Beranda News Mahfoud menekankan pentingnya pembangunan Papua melalui pendekatan kesejahteraan.

Mahfoud menekankan pentingnya pembangunan Papua melalui pendekatan kesejahteraan.

Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfoud, MD menegaskan pembangunan di Papua didasarkan pada prinsip kesejahteraan dan dialog.

Hal itu disampaikan Mahfoud dalam dialog virtual dengan Kementerian Luar Negeri yang pada Kamis dihadiri oleh Kedutaan Besar Indonesia di kawasan Asia Pasifik, Amerika dan Eropa, serta perwakilan Indonesia di Afrika.

“Untuk masalah Papua, pemerintah mengambil pendekatan yang mengutamakan kesejahteraan secara menyeluruh di segala aspek. Dan dalam perang melawan separatisme, pemerintah mengutamakan dialog, dan untuk KKB – penegakan hukum, ”kata Mahfoud dalam siaran pers.

Mahfoud mengaku terlibat dalam dialog yang cukup intensif dan bertemu dengan para tokoh masyarakat Papua, baik tokoh agama maupun tokoh masyarakat, pemerintah daerah dan pimpinan DPRP.

Menurutnya, seluruh pilar Papua dibangun dengan damai.

Namun, lanjut Mahfoud, selain memperkuat prinsip-prinsip kesejahteraan umum dan perdamaian, keamanan masyarakat Papua dari ancaman terorisme juga harus dijamin oleh negara sejauh mungkin.

Dia menyatakan posisi konstitusional Papua sebagai bagian hukum dari Republik Indonesia dan sesuai dengan hukum internasional dalam Majelis Umum PBB No. 2504.

Dalam kesempatan ini, selain mendapat arahan dari Menkopolhukam dan Menlu, para duta besar juga berkenalan dengan kejadian di sekitar Papua dari pimpinan BIN, Polri, BNPT dan PPATK.

Usai mendengarkan penjelasan Menko Polhukam dan beberapa pejabat terkait, Dubes RI untuk Selandia Baru, Tantovi Yahya, memuji inisiatif Menko Polhukam, Mahfoud M.D. tentang pertemuan yang akan diadakan hari ini. (Kamis) dan menyampaikan harapan agar dialog seperti ini dapat diadakan secara rutin.

“Kami mengapresiasi upaya Menko Polhukam untuk menjelaskan kepada publik Papua sebagai satu pintu, karena masih terlalu banyak pintu yang menyampaikan kebijakan terhadap Papua,” ujarnya.

Tantovi mengingatkan pemerintah akan narasi Papua, sehingga masalah Papua tidak dijelaskan dengan cerita menghabiskan uang besar, tetapi dengan menyentuh isu-isu inti, yaitu masalah keadilan, perlakuan dan hak asasi manusia.

Sementara itu, Dubes Andri Hadi dari Brussel, Belgia, mengatakan semua negara di Eropa mendukung kebijakan pemerintah Indonesia terhadap Papua.

Menanggapi berbagai saran dan komentar dari Dubes RI, Menko Polhukam menegaskan bahwa forum dialog ini dimaksudkan untuk bertukar pandangan tentang apa yang dilakukan pemerintah dan apa yang akan dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah Papua.

“Saya senang para duta besar merespons dengan sangat baik. Kontribusi para duta besar ini sangat bermanfaat bagi pemerintah, akan kami proses dan lacak,” kata Mahfoud.

Artikel sebelumyaBerkolaborasi dengan Difa Barus, Ledra membawakan lagu bernuansa Batak.
Artikel berikutnyaLestari Murdijat: Kasus COVID-19 Meningkat – Peringatan