Beranda Hukum Majelis Hakim: Dua polisi yang dituduh menembak FIN didakwa pada 15 Februari

Majelis Hakim: Dua polisi yang dituduh menembak FIN didakwa pada 15 Februari

JAKARTA (ANTARA) – Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN) di Jakarta, Rabu, mengumumkan jadwal peninjauan kembali tuntutan jaksa terhadap dua polisi yang diduga melakukan pembunuhan sewenang-wenang.pembunuhan tidak sah) 15 Februari 2022.

Ketua Majelis Hakim Muhammad Arif Nuryanta mengatakan, majelis hakim memberi waktu dua minggu kepada jaksa untuk mengajukan tuntutan terhadap dua terdakwa, yakni Brigadir Jenderal Polisi (Bript) I Fikri Ramadan dan Inspektur Polisi II Mohammad Yusmin Ohorella.

“Karena tuntutan dua terdakwa akan kami limpahkan sekaligus, maka kami minta waktu dua minggu,” kata jaksa Zet Todung Allo kepada majelis hakim.

Ketua Mahkamah Agung, setelah berdiskusi dengan dua hakim anggota, yakni Elfian dan Suharno, menyetujui tuntutan JPU.

Majelis hakim membuka sidang di aula utama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu, untuk memeriksa kedua terdakwa secara terpisah.

Brigjen Fikri menjadi terdakwa pertama yang diperiksa di persidangan, disusul Ipda Yusmin. Keduanya ditanya tentang kronologi eksekusi empat anggota FIN, yakni Muhammad Reza (20 tahun), Ahmad Sofyan, panggilan akrab Ambon (26 tahun), Faiz Ahmad Sukur (22 tahun) dan Muhammad Suchi Hadawi (21 tahun). tahun), di dalam mobil Xenia, milik polisi.

Dalam pemeriksaan tersebut, Brigjen Fikri menjelaskan posisinya saat penembakan terjadi.

Dikatakannya, seorang anggota FIN menyerangnya dalam perjalanan dari tempat rekreasi di tol Chicampec kilometer 50 menuju stasiun metro Polda Jaya.

Fikri mengaku dicekik, dicengkeram, dan ditarik lengannya oleh anggota INF yang berusaha merebut senjata tersebut.

Akibat penyerangan tersebut, Inspektur Polisi II Elvira Priadi menembak dan membunuh seorang anggota FIN untuk menghentikan penyerangan. Senjata Brigjen I Fikri yang hendak disita anggota FIN juga ikut ditembakkan, yang mengakibatkan salah satu anggota FIN tewas.

Dalam kejadian tersebut, Brigjen Fikri dan Ipda Elvira ditugaskan untuk mengawal empat anggota FIN yang diamankan di dalam satu kendaraan, sedangkan Ipda Yusmin mengemudikan kendaraan tempat terjadinya penembakan.

Dalam persidangan, Ipda Yusmin mengaku mengingatkan rekan-rekannya untuk berhati-hati sebelum insiden penembakan di mobil polisi empat anggota FIN.

“Vir, Vir, waspadalah Vir!” Kata Yusmin menirukan ucapan Elvira saat anggota FIN berusaha merebut senjata Brigadir Jenderal Polisi (Briptu) Fikri Ramadan.

Sesaat setelah Yusmin mengingatkan Elvira untuk berhati-hati, terjadilah penembakan, kata Yusmin, bersaksi di persidangan dengan surat panggilan untuk memeriksa terdakwa.

Dalam kasus penembakan anggota FIN di dalam mobil, hanya Fikri dan Yusmin yang mengikuti persidangan hingga menjadi terdakwa di pengadilan.

Pasalnya, Ipda Elvira yang terlibat dalam penembakan mobil tersebut meninggal dunia sebelum sidang.

Artikel sebelumya100 Taruna Poltekim Kemenkumham Terinfeksi COVID-19
Artikel berikutnyaACB menyerukan tindakan kolektif untuk mengekang degradasi lahan basah