Beranda Hukum Mantan pengedar ganja polisi didakwa dengan artikel berlapis-lapis

Mantan pengedar ganja polisi didakwa dengan artikel berlapis-lapis

Ganja kering ini merupakan hasil panen sebelumnya.

Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) – Penyidik ​​dari Kepolisian Resor (Polres) Rejang Lebong, Polres Bengkulu menangkap mantan anggota Polri di kawasan itu yang terungkap sebagai pedagang dan produsen ratusan ganja. obat-obatan, dengan beberapa artikel.

Kapolsek Rejang Lebong Iptu Susilo mewakili Kapolres Rejang Lebong Puji Prayitno, di Mapolres Rejang Lebong, Kamis mengumumkan bahwa kelompoknya telah menerima nama A.Ya., Dores ( 40), warga. Jalan Batu Galing, Desa Batu Galing, Kecamatan Churup Tengah, dalam kasus dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

“Terkait tindak pidana ini, kami menduga Pasal 114 dan 111 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2019 tentang Narkoba,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa tersangka A.Ya. ditangkap tim gabungan penyidik ​​dan penuntutan narkoba, dan resmob yang diawali dengan pelaporan dugaan pelanggaran UU ITE berupa tindakan kebencian, dan penggeledahan di rumah tersangka. ratusan tanaman ganja ditemukan dalam kantong plastik, dan 61 bungkus ganja siap dibagikan.

Menurut dia, berdasarkan pengakuan tersangka, kejahatan tersebut telah dilakukan selama setahun terakhir. Selain digunakan untuk konsumsi sendiri, obat ganja ini juga dijual ke konsumen dengan harga jual mulai dari Rp 50.000 hingga Rp 150.000 per bungkus, tergantung ukuran bungkusnya.

“Dilihat dari keterangan pelaku, ganja kering ini merupakan hasil panen sebelumnya, kemudian sisanya dijemur atau batangnya langsung dibakar. Kemudian tersangka mentransplantasikan tanaman yang kita masukkan ke dalam kantong plastik,” ujarnya.

Kepala Badan Reserse Kriminal Polres Rejanga Lebong, AKP Sampson Sosa Hutapea menambahkan, tersangka AY juga akan dijerat pasal 27 UU ITE berupa pencemaran nama baik melalui media sosial. Namun, A.Ya. belum ditetapkan sebagai tersangka karena belum mendengar keterangan saksi ahli dan ahli forensik.

“Sejauh ini kami telah menerima empat laporan polisi terkait dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh AY melalui unggahan ke media sosial seperti Facebook,” ujarnya lagi.

Sejauh ini dari tangan tersangka AY, pihaknya telah menerima barang bukti berupa telepon genggam yang merupakan sarana untuk memposting pesan di Facebook, sedangkan saksi yang diperiksa sudah ada delapan orang, baik dari pihak pemohon maupun saksi. dari beberapa pihak lain. …

Artikel sebelumyaDemokrat mengingatkan KLB ilegal tidak akan didiskreditkan oleh Menteri Politik, Hukum, dan Keamanan.
Artikel berikutnyaKak Seto berharap syarat hukum yang maksimal bagi pelaku kejahatan seksual di bawah umur