Beranda Trending Marshanda memperingatkan bahaya "diagnosa diri" kesehatan mental

Marshanda memperingatkan bahaya "diagnosa diri" kesehatan mental

Jakarta (ANTARA) – Aktris Marshanda mengingatkan bahaya self-diagnosis, diagnosa diri, kesehatan mental.

Ini hampir seperti tren, baca saja speknya di Google lalu bilang, “Wow, itu aku banget, terus dia untuk mengumumkan kepada teman-temannya jika dia mengidap gangguan bipolar,” ujar Marchanda dalam live Instagram chat “Self Awareness for Better Mental Health” dari Ms Learning & Grow, Sabtu (9/10).

Marshanda mengingatkan, hal ini tidak boleh dilakukan, karena dapat memperburuk kondisi mental seseorang.

Diagnosis diri Tidak mungkin, harus dilakukan oleh profesional,” ujarnya.

Sebelumnya, psikolog dari Universitas Indonesia Kasandra A. Putranto mengatakan self-diagnosis terhadap penyakit atau gangguan tertentu, seperti depresi, berbahaya karena menyebabkan kecemasan yang tidak perlu, dan ketika kecemasan meningkat, gangguan kecemasan dapat berkembang.

Selain itu, diagnosis diri juga dapat membuat seseorang tidak dapat menerima pengobatan yang benar.

Faktanya, masalah lain, yang mungkin lebih serius, tidak terdiagnosis karena terlalu fokus pada penyakit atau kelainan yang belum tentu mereka miliki.

Berbicara dengan psikolog Kaka Tengker Marshanda mengatakan bahwa dia didiagnosis menderita gangguan bipolar pada usia sekitar 15 tahun.

Hingga usia 15 tahun, Marshanda mengaku bahwa segala sesuatunya baik-baik saja dalam hidupnya. “Saya mulai pemodelan, tembak iklan dan peragaan busana pada usia lima tahun, kemudian pada usia 11 saya menembak Bidadari, saya anak yang sangat bahagia, saya mencintai kehidupan, saya sangat suka akting, saya suka sekolah, ”katanya.

“Suatu ketika, ketika saya berusia 15 tahun, saya didiagnosis: penyakit kejiwaan dari seorang psikiater. Jenis apa? Selama ini aku memenuhi Saya senang di sekolah di lokasi syuting, jadi saya sakit jiwa? Itu mengejutkan“- kata Marshanda, yang hingga usia empat tahun menyangkal kondisinya setelah didiagnosis.

Hingga akhirnya menginjak usia 17 tahun, Marchanda akhirnya memutuskan untuk mencari bantuan profesional untuk mengatasi masalah kesehatan mentalnya.

“Setiap rencana yang Allah berikan kepada saya, memiliki rencana besar, Dia menanamnya. panggilan tetapi dalam waktu yang bersamaan berikan keberanian Bagikan ini, sekarang saya melihat banyak percakapan bicara kesehatan mental Karena setiap orang pasti punya tekanan, rasa sakit, tapi yang terpenting,” kata Marshanda.

Memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia pada 10 Oktober, MS Learning and Grow memahami bahwa kesadaran kesehatan mental di kalangan masyarakat Indonesia juga perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, MS Learning and Grow menyelenggarakan Instagram Live bersama psikolog Kaka Tengker dan influencer kesehatan mental Marshanda dengan tema “Kesadaran untuk Kesehatan Mental yang Lebih Baik” sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan mental bagi masyarakat Indonesia.

Artikel sebelumyaGema Poin diumumkan di Malang
Artikel berikutnyaHasher BH3 membersihkan pantai di sepanjang Montpere Clanasan