Beranda Hukum Memecahkan Perampokan Ambulans Membutuhkan Dukungan Komunitas

Memecahkan Perampokan Ambulans Membutuhkan Dukungan Komunitas

Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) – Kepolisian Resor (Polres) Rejang Lebong, Bengkulu menuntut keterlibatan masyarakat setempat untuk menuntaskan kasus perampokan (lari) terhadap dua polisi ambulans COVID-19 di kawasan tersebut pada 3 Juli 2021. …

“Untuk menyelesaikan kasus perampokan ambulans kemarin perlu keterlibatan masyarakat, tanpa keterlibatan masyarakat tidak akan berhasil,” kata Kapolsek AKBP Rejang Lebong Puji Prayitno, Sabtu di Mapolres Rejang Lebong.

Dijelaskannya, dengan partisipasi masyarakat dalam menyelesaikan kasus yang menyita perhatian publik bisa lebih cepat, dan enam tersangka lagi bisa segera ditangkap.

Menurut dia, dari tujuh tersangka perampokan ambulans PSC 119 Rejang Lebong, saat ini baru satu orang yang ditangkap (6/8), yakni DS (21), warga Dusun Gardou, Kepala Desa Kurup. , Binduriang. Kecamatan, Kabupaten Regjang, Lebong, dan selebihnya masih buron.

Menurutnya, tanpa partisipasi publik, pengungkapan kasus tersebut tidak akan berhasil, mengingat jumlah personel mereka sangat terbatas. Jika penyelesaian perkara pidana hanya dilakukan oleh polisi sendiri, penyelesaiannya tidak bisa komprehensif.

“Ini seperti gunung es, kita hanya bisa memotong bagian atas sementara akar masalah di bagian bawah belum selesai. Tapi kalau dikaitkan dengan peran serta masyarakat, insya Allah semuanya akan diputuskan,” jelasnya.

Untuk menangkap enam tersangka perampokan petugas ambulans COVID-19, pihaknya menetapkan mereka sebagai DPO kasus pencurian dengan kekerasan, dimana mereka semua adalah warga Rejang Lebong, antara lain BY (20), BM (35), EDS (33), FM (18), kemudian RG, umur tidak diketahui dan Rb (17).

Menurutnya, pelaku perampokan selalu berpindah-pindah dan bersembunyi di areal perkebunan yang berada di perbukitan, sehingga petugas kesulitan menangkapnya sehingga masyarakat yang bisa memberikan informasi keberadaannya mendapat hadiah uang tunai sebesar 5 rupiah. juta.

Sebelumnya, kasus perampokan dua pegawai PSC 119 Rejang Lebong yang mengendarai mobil ambulans BD 9177 KY dilakukan oleh tujuh pelaku di simpang Curup-Lubuklinggau, yakni di Desa Gardu, Lurah Curup, Kecamatan Binduriang, Kabupaten Rejang Lebong, pada Sabtu. pagi (3/7) sekitar pukul 01.00 WIB.

Sebuah mobil ambulans yang baru saja kembali dari mengangkut pasien COVID-19 ke RS Bund City di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, mengalami patah ban dan dirampok oleh tujuh penjahat, mengakibatkan hilangnya dua ponsel, peralatan medis dan 150.000 orang. secara tunai. *** 2 ***

Artikel sebelumyaVaksinasi COVID-19 di Tempat Wisata Bawa Energi Positif
Artikel berikutnyaKhabib Saich membuka Airlanggu sebagai Sheikhermania