Beranda Warganet Menaker minta optimalisasi transformasi BLK untuk pengentasan kemiskinan

Menaker minta optimalisasi transformasi BLK untuk pengentasan kemiskinan

Jakarta (ANTARA) – Menteri Sumber Daya Manusia (Menaker) Ida Fauzia meminta Balai Latihan Kerja (BLK) terus mengoptimalkan program transformasi BLK sebagai salah satu lompatan besar kompetensi dan pengentasan kemiskinan di daerah.

“Sebelumnya saya dan beberapa menteri dari Kabinet Indonesia Maju mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia K.H. Maruf Amin menghadiri rapat penanggulangan kemiskinan di kantor gubernur. Pada pertemuan ini, Kementerian Tenaga Kerja mendapat mandat untuk mengentaskan kemiskinan melalui pengembangan profesi dan wirausaha,” kata Menteri Tenaga Kerja Ida di sela-sela penandatanganan nota kesepahaman dengan mitra diklat BLK Ambon di Maluku hari ini, sesuai pengumuman. Pernyataan resmi diterima di Jakarta, Rabu.

Ida menjelaskan, untuk menyukseskan transformasi BLK, Kementerian Sumber Daya Manusia fokus pada implementasi program 6R yaitu reformasi kelembagaan, mendesain ulang materi pendidikan, revolusi personel, kebangkitan sarana dan prasarana, rebranding BLK dan sikap atau hubungan.

Tidak hanya itu, kata Ida, pemerintah saat ini terus memperkuat program penanggulangan kemiskinan ekstrem untuk dilaksanakan di tujuh provinsi prioritas, termasuk Maluku.

Kementerian Sumber Daya Manusia juga bekerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, serta Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, untuk mengkoordinasikan program-program penumbuhan dan pengembangan kewirausahaan dalam rangka mengurangi pengangguran dan memperbaiki situasi di pedesaan. -penghematan dasar.

Sementara itu, dalam hal pengembangan keterampilan, Menteri Sumber Daya Manusia menekankan bahwa BLK Ambon harus menjadi yang terdepan dalam merespon kebutuhan pengembangan keterampilan, sertifikasi dan penempatan kerja untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan di Maluku.

Untuk itu, dia menyambut baik MOU antara industri dengan BLK Ambon. Langkah tersebut sangat diperlukan sebagai bentuk upaya dan sinergi BLK sebagai lembaga pendidikan dengan pemangku kepentingan dari pemerintah, akademisi, lembaga pendidikan, industri, dunia usaha dan masyarakat, ujarnya.

“Upaya dan sinergi ini harus didorong semaksimal mungkin agar berdampak positif dalam mengatasi tantangan ketenagakerjaan di tingkat nasional dan daerah di Provinsi Maluku,” kata Ida.

Artikel sebelumyaBPOM Minta Layanan Evaluasi Protokol Uji Praklinis Gratis
Artikel berikutnyaYogyakarta Tunjukkan Metode Tes COVID-19 Lansia dan Ramah Anak