Beranda Trending Menciptakan sinergi antara artis dan penggemar di era digital

Menciptakan sinergi antara artis dan penggemar di era digital

Jakarta (ANTARA) – Ada pepatah yang mengatakan bahwa seorang bintang tanpa penggemar bukanlah apa-apa. Pasalnya, salah satu kunci sukses artis dan musisi adalah fans yang selalu mengapresiasi karyanya.

Kemajuan teknologi telah mengubah hubungan antara artis dan penggemar. Tidak hanya dalam pengelolaan atau manajemen penggemar, tetapi juga dalam cara berinteraksi antara artis dan penggemar yang saling menghargai.

Hal itu juga disampaikan Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Hilmar Farid melalui video saat diskusi belum lama ini.

“Dengan pesatnya perkembangan teknologi digital, ada banyak perubahan dalam produksi, konsumsi dan distribusi musik dan platform yang muncul. Hubungan antara musisi dan penggemar juga mengalami transformasi dan banyak fenomena baru yang bisa kita saksikan,” kata Hilmar.

Melalui platform digital, lanjut Hilmar, musisi dan seniman pada umumnya dapat memobilisasi penonton atau penggemar untuk sesuatu yang tidak terkait langsung dengan karya seni mereka.

“Saya kira itu hal yang sangat menarik, dan tentunya juga memiliki banyak potensi, namun belum tepat sasaran,” imbuhnya.

Fans bukan hanya pasar

Sejak awal, nilai penggemar sangat dihargai oleh artis dan manajemen artis. Perlakuan terhadap penggemar tidak lagi sekadar pasar atau objek.

Enda Vidiastuti setuju bahwa duo Endah N Rhesa dapat memperlakukan penggemar sebagai mitra dengan membentuk komunitas pertemanan EAR (Endah And Rhesa).

“Harus ada kesamaan visi, acara interaktif yang memungkinkan penggemar mengenal para musisi, bagaimana kehidupan musik para musisi memungkinkan para penggemar untuk menghargai karya mereka. Kami berbagi lebih dari sekedar musik,” dia berkata.

Selain itu, tambah Enda, pihaknya juga menggunakan data penggemar saat menentukan kota tempat konser mereka akan berlangsung.

“Suatu kali kami mencoba mengadakan konser di kota, sesuai dengan jumlah penggemar Kecil. Kami pikir mengapa Tidak sedang mencoba? Bahkan mungkin menarik penggemar. Itu benar, Tidak sibuk,” katanya.

Tiga Dua Satu dan TulusCompany bahkan telah memasukkan TemanTulus dan TemanDere ke dalam struktur manajemen mereka. Menurut pengelola bisnis Tiga Dua Satu dan Perusahaan Tulus Tiur Tobing, pihaknya juga melibatkan TemanTulus dan TemanDere dalam prosesnya. bertukar pikiran mengidentifikasi kegiatan yang cocok untuk masyarakat.

“Khususnya, untuk mengetahui apa yang mereka inginkan. Itu sangat menghemat waktu kami dan pasti tepat sasaran,” tambahnya.

Penggemar yang memenuhi syarat, harapan musisi

Kemampuan untuk memenuhi keinginan para penggemar sangat penting. Namun, para artis dan manajemen juga tentu menaruh harapan besar pada para penggemarnya. Kualitas yang berbeda dari para penggemar tidak terlepas dari pengetahuan dan pemahaman mereka tentang seni.

Demikian disampaikan Denison Vikaksono, pegawai Pokja Festival Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Menurutnya, hubungan paling mendasar antara musisi dan penggemar adalah rasa syukur.

“Ini benar-benar diajarkan dalam kurikulum pendidikan musik di sekolah. Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, maka perlu dilakukan pengayaan program musik, dan ini yang sedang kita lakukan,” kata Denison.

“Kami sangat membutuhkan masukan dari para praktisi musik untuk membuat kurikulum pendidikan musik menjadi lebih baik lagi,” lanjutnya.

Denison juga melihat bahwa peran artis atau musisi telah menyusup sebagai orang yang berpengaruh untuk komunitas dengan memanfaatkan popularitas mereka serta jumlah dan hubungan mereka dengan penggemar mereka. Oleh karena itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ristek telah menyosialisasikan program Kebebasan Belajar bersama Slank.

Mengenai kualitas yang diharapkan dari para penggemar, Tiur mengatakan bahwa Tulus tertarik dengan pendidikan dan lingkungan, dan pihaknya ingin visi misi para musisi diadopsi oleh TemanTulus juga.

“Jadi nanti dampaknya lebih luas. Selain itu tentunya menginspirasi para fans,” imbuhnya.

Sementara itu, manajer Endah N Rhesa, Randy Radithya, berbicara tentang pentingnya musisi untuk memberitahu penggemar tentang visi dan misi mereka sehingga mereka dapat bekerja sama.

“Kita harus terus belajar. penggemar dengan misi dan visi para musisi agar bisa berjalan bersama. Misi kami adalah untuk memastikan bahwa musik Endah N Rhesa dapat tetap relevan bagi publik. penggemar yang ada dan mereka yang mungkin menjadi penggemardia,” kata Randy.

Teknologi digital sebagai jembatan antara artis dan penggemar

Komunikasi dengan penggemar membutuhkan kesederhanaan dan transparansi, terutama di era digital saat ini. Hal inilah yang coba difasilitasi oleh Resso sebagai sebuah aplikasi. mengalir musik yang menggabungkan ciri-ciri sosial.

Matthew Tanaya, Head of Artist Promotion di Resso Indonesia, mengatakan, “Resso sangat berkomitmen untuk mendukung artis agar mereka dapat berinteraksi dengan penggemarnya.

“Kami tidak hanya berkomunikasi dengan penggemar melalui fungsi komentar dalam aplikasi, tetapi kami juga membantu artis menjangkau penggemar dari seluruh dunia dan memberikan pengalaman musik yang luar biasa bagi pengguna,” kata Matthew.

Fitur lirik Resso, yang dapat menampilkan lirik Indonesia, Inggris, dan Korea, dapat membantu artis memperluas basis penggemar mereka. Sementara itu, fitur My Party akan meningkatkan pengalaman pengguna mendengarkan dan mengapresiasi lagu-lagu artis favorit Anda.

Selain itu, Resso juga sering mengadakan acara yang melibatkan artis dan penggemarnya, seperti acara Audisi saat Raisa baru saja merilis albumnya.

Kedepannya diharapkan ada aplikasi musik digital yang dapat lebih mendukung dan meringankan kebutuhan manajemen artis terhadap penggemar.

Artikel sebelumya"Simpsons" bermitra dengan aktor tunarungu untuk pertama kalinya
Artikel berikutnyaPolisi melarang ormas melakukan hal ini. "luas" selama Ramadhan