Beranda News Mendagri: Penegakan hukum PMKM harus tegas, tapi manusiawi dan manusiawi

Mendagri: Penegakan hukum PMKM harus tegas, tapi manusiawi dan manusiawi

Jakarta (ANTARA) – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan, aparat penegak hukum dalam menerapkan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) harus dilakukan secara tegas, namun manusiawi dan manusiawi.

“Pak Presiden menekankan bahwa ini harus dilakukan dengan cara yang manusiawi, santun, manusiawi, dan tidak berlebihan, tetapi tegas,” kata Mendagri dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu.

Mendagri menjelaskan, pelaksanaan PPKM bertujuan untuk menjamin keamanan masyarakat di tengah pandemi COVID-19.

Salah satunya, kata dia, membatasi aktivitas dan mobilitas masyarakat. Namun, pihaknya tidak membenarkan tindakan kekerasan untuk mendisiplinkan masyarakat.

“Langkah tegas harus diambil, tidak berlebihan, tidak kejam, tapi berlebihan,” katanya.

Mendagri menyatakan, aparat penegak hukum dan Satpol PP sebagai lembaga penegak peraturan daerah menjalankan tugasnya sesuai dengan kode etik dan nilai kemanusiaan. Ia berharap kasus di Gova, Sulawesi Selatan tidak terulang lagi.

“Tapi jangan sampai putus asa ya teman-teman, karena ini resiko bagi kita untuk bekerja. Penting untuk berhati-hati dan tidak menyerah pada emosi, ”katanya.

Untuk meminimalisir penegakan hukum yang tidak mengutamakan nilai kemanusiaan, Mendagri mengaku pihaknya telah menggelar pertemuan dengan Kasatpol PP se-Indonesia. Tak hanya itu, dalam pertemuan dengan kepala daerah, ia memerintahkan hal yang sama.

“Sambil mempelajari pengalaman kasus Gubernur, jangan sampai kejadian yang sama terulang kembali. Pada pertemuan dengan pimpinan daerah, kami mengalihkan penekanan pada prosedur penegakan hukum dengan Satpol PP,” kata Mendagri.

Mendagri menegaskan, pelaksanaan PPKM dilakukan sebagai komitmen pemerintah untuk menyelamatkan masyarakat, meski ada pembatasan yang merepotkan, aturan kebijakan PPKM tetap harus dipatuhi.

Penegakan hukum diperlukan untuk mendisiplinkan masyarakat. Namun, perlu dikedepankan cara-cara humanistik dalam menjunjung tinggi nilai dan moralitas.

Artikel sebelumyaKeluarga dari dua MIT OI yang terbunuh memberikan sampel DNA kepada polisi
Artikel berikutnyaGarda Pemuda NasDem Luncurkan Program Siaga Pandemi Pemuda