Beranda Warganet Menko PMK mengajak masyarakat menanam pohon untuk meningkatkan kualitas udara

Menko PMK mengajak masyarakat menanam pohon untuk meningkatkan kualitas udara

Magelang (ANTARA) – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhajir Effendi menyarankan agar masyarakat kembali menanam pohon untuk meningkatkan kualitas udara kembali.

Muhajir di Magelang, Minggu, mengatakan pemerintah menargetkan penanaman 10 juta pohon tahun ini.

“Jika target tercapai, akan ditambah menjadi 100 juta pohon,” katanya pada Rapat Keluarga Muhammadiyah (SKBM) ke-9 di Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang.

Muhajir mengatakan COVID-19, penyakit mulut dan kuku menyebar dengan cepat, salah satu faktornya adalah kualitas udara yang buruk.

Jika kualitas udara bagus, penyebaran virus bisa diminimalisir bahkan dicegah, katanya, karena alam sudah menangani virus.

“Makanya kami mengajak masyarakat untuk menanam pohon dan merawatnya agar kualitas udara kembali baik,” ujarnya.

Ia mengingatkan masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, khususnya bagi lansia, untuk mencegah penularan COVID-19.

Bupati Magelang, Zaenal Arifin mengatakan, kedatangan Menteri Muhajir merupakan pendorong bagi pembangunan Magelang, khususnya di bidang revolusi mental.

“Kami juga berterima kasih atas bantuan sekitar 1.000 pohon. Tentu secara simbolis kita harus membangun Indonesia dan juga menjaga stabilitas alam,” ujarnya.

Beliau berbicara tentang pentingnya menanam pohon dan menyelamatkan alam semesta untuk meningkatkan kualitas udara.

“Menanam dan merawat pohon. Pohon bertanggung jawab untuk membersihkan udara, ”katanya.

Ketua Umum Muhammadiyah Muntilan Suradi Rahmad mengatakan SKBM kembali digelar setelah dua tahun vakum akibat COVID-19. Meski demikian, Muhammadiyah tetap khusyuk di berbagai bidang seperti ekonomi, pendidikan, dan sosial.

Ia mencontohkan, di Muntilan terdapat 51 lembaga amal Muhammadiyah, antara lain RS Aisiya dan sekolah-sekolah mulai dari PAUD, TK, SD/MI, SMP dan SMA/SMK.

“Sejumlah gedung usaha Muhammadiyah juga telah dibuka di SKBM ini,” ujarnya.

Artikel sebelumya805.570 hewan ternak divaksinasi
Artikel berikutnyaPVMBG: Nelayan tidak aktif dalam radius 5 km dari Kawah Anak Krakatau