Beranda Warganet Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tegaskan kembali komitmen Indonesia atasi sampah plastik

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tegaskan kembali komitmen Indonesia atasi sampah plastik

Jakarta (ANTARA) – Indonesia terus bekerja keras untuk memenuhi komitmen global memerangi sampah plastik dan pemerintah telah mengambil beberapa langkah penting.

“Indonesia bekerja di berbagai tingkat pemerintahan untuk memenuhi komitmen global untuk mengatasi polusi plastik,” kata Siti Nurbaya di acara tersebut. Dialog Tingkat Tinggi dengan undangan Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP), kata Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat.

Dalam pertemuan yang dihadiri 40 pejabat lingkungan setingkat menteri dari berbagai negara tersebut, City juga memaparkan langkah-langkah yang dilakukan untuk mengelola sampah laut di Indonesia, keberadaan Pusat Pengembangan Kapasitas Kebersihan Laut di Bali dan pengesahan undang-undang tersebut. Tanggung jawab produsen yang diperluas dan pendekatan ekonomi sirkular dimulai.

Indonesia juga mendukung negosiasi kerangka kerja global yang sedang berlangsung untuk mengatasi sampah laut dan polusi plastik.

Rosa Vivien Ratnawati, Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, mendampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, menyoroti beberapa pencapaian penting Indonesia.

Vivienne mencontohkan terbitnya Rencana Aksi Nasional Pengelolaan Sampah Laut yang diatur dalam Perpres No. 83/2018 tentang Pengelolaan Sampah Laut untuk Mengurangi Sampah Laut hingga 70 Persen pada tahun 2025.

Rencana tersebut mencakup lima strategi, 13 program dan 60 kegiatan, yang dalam pelaksanaannya melibatkan lima kelompok kerja dari 17 kementerian/departemen.

Terkait pembatasan timbulan sampah plastik, saat ini terdapat 70 peraturan daerah tentang pembatasan penggunaan plastik sekali pakai, terdiri dari dua peraturan di tingkat provinsi dan 68 peraturan di tingkat kabupaten/kota.

Artikel sebelumyaPekalongan Serukan Kontrol Penduduk, Bangga Kenchana
Artikel berikutnyaBSI dan Kemensos Percepat Penyaluran Bantuan Sosial di Aceh