Beranda Nusantara Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Terobosan di tingkat lokasi sangat penting untuk...

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Terobosan di tingkat lokasi sangat penting untuk memenuhi target emisi

Jakarta (ANTARA) – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Kota Nurbaya menyoroti pentingnya kemajuan tingkat situs untuk mencapai penyerapan karbon bersih atau efluen bersih di sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya (FOLU) pada tahun 2030.

“Air limpasan FOLU merupakan suatu kondisi yang akan atau ingin kita capai dengan memitigasi pengurangan emisi gas rumah kaca di sektor hutan dan lahan,” kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota saat mengikuti Kalpataru Award 2021. , yang dipantau secara virtual. dari Jakarta, Kamis.

Untuk itu, diperlukan kebijakan dan langkah operasional di lapangan, terutama di sektor kehutanan dan tata guna lahan, untuk menyerap karbon yang melebihi emisi.

City menekankan bahwa sektor FOLU membutuhkan inovasi, inisiatif, dan kerja nyata di lapangan untuk mencapai tujuan pengambilalihan bersih.

“Oleh karena itu, diperlukan terobosan-terobosan baru, dimulai dari lapangan,” ujarnya.

Terkait penghargaan lingkungan Kalpataru, City mengatakan penting untuk meningkatkan angka dan menjadi pionir, terutama dalam kegiatan yang mendukung pencapaian penyerapan karbon bersih di sektor FOLU pada tahun 2030. Tujuannya sendiri termasuk dalam Strategi Pemanfaatan Rendah Karbon Jangka Panjang. dan Climate Resilience Document (LTS). -LCCR) 2050, yang ditetapkan pemerintah menjelang Konferensi Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (COP26) ke-26 di Inggris pada November 2021.

Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menganugerahkan Kalpataru 2021 sepuluh individu dan kelompok dari berbagai daerah di Indonesia yang dianggap penting bagi pelestarian lingkungan. Selain itu, penghargaan khusus diberikan kepada generasi muda yang dianggap menginspirasi untuk menjaga lingkungan.

Artikel sebelumyaPerhutani telah bermitra dengan Unsika untuk membuat tempat praktik yang berhutan.
Artikel berikutnyaBI menanam 200.000 bibit kopi di pegunungan Dieng