Beranda Nusantara Merapi mengeluarkan lahar merah panas sebanyak 15 kali pada jarak 2000 meter

Merapi mengeluarkan lahar merah panas sebanyak 15 kali pada jarak 2000 meter

Yogyakarta (ANTARA) – Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah meletus sebanyak 15 kali pada Rabu.

Lava pijar meluncur dengan jarak maksimum 2000 meter ke arah barat daya pada pukul 00:00 hingga 06:00 WIB.

Menurut Kepala BPPTKG Hanik Humayda, selama pengamatan di Merapi juga terjadi 37 longsoran dengan amplitudo 3-8 mm dalam waktu 20-121 detik dan satu kali gempa vulkanik kecil dengan amplitudo 38 mm dalam waktu 13 detik.

Asap putih juga terlihat dari Gunung Merapi dengan intensitas 25-50 meter di atas puncak pada Rabu pagi.

Sementara itu, selama pengamatan pada Selasa (23.11) pukul 00.00-24.00 WIB di Gunung Merapi, tercatat 13 longsoran dengan jarak luncur maksimum 2000 meter ke arah barat.

Berdasarkan pantauan visual aktivitas Gunung Merapi dari 12 hingga 18 November 2021, BPPTKG menyatakan tidak ada perubahan morfologi yang signifikan baik di kubah barat daya maupun kubah Merapi tengah.

Volume kubah lava barat daya adalah 1.610.000 meter kubik, dan kubah pusat adalah 2.927.000 meter kubik.

Hingga saat ini, BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada level III atau siaga.

Jatuhnya lahar dan awan panas Gunung Merapi diperkirakan berdampak pada sektor selatan-barat daya, yang meliputi sungai Zheltaya, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng dan Putih.

Saat terjadi erupsi, pelepasan material vulkanik dari Gunung Merapi diperkirakan mencapai area dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung.

Artikel sebelumyaDPR Panj: Dukungan Fraksi Hambatan Pengambilan Keputusan RUU TPKS
Artikel berikutnyaPKC Memperpanjang Jangka Waktu Penjara untuk Kuasanya Zumi Zola