Beranda News Meutia Hafid: Tes Kebugaran Calon Dubes RI Sesuai Jadwal

Meutia Hafid: Tes Kebugaran Calon Dubes RI Sesuai Jadwal

Jakarta (ANTARA) – Ketua Komisi Dewan Perwakilan Rakyat Meutia Hafid mengatakan tes bakat dan kualifikasi (aptitude and proper condition test) bagi calon Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia (RI) di negara sahabat. akan tetap berjalan sesuai jadwal selama pelaksanaan PPKM darurat.

“Keputusan ini sejalan dengan hasil rapat internal Komisi I DPR yang berlangsung hari ini,” kata Meutia dalam keterangan tertulis, Selasa di Jakarta.

Meutia mengatakan, uji kelayakan calon duta besar akan berlangsung selama tiga hari, mulai 12 hingga 14 Juli 2021. Sebanyak enam sesi tes disediakan untuk peserta.

“Jumlah calon duta yang akan diuji kesesuaiannya dengan persyaratan sebanyak 33 calon duta, sedangkan calon duta sebanyak 5-6 orang akan diuji setiap sesinya,” jelas Meutia.

Politisi perempuan itu mengatakan, secara umum, mekanisme pengecekan kelayakan dan kelaikan servis akan dilakukan secara tertutup. Setiap calon duta besar akan mempresentasikan visi dan misi dalam waktu tujuh menit, dilanjutkan dengan pertemuan mendalam. Pendalaman dilakukan oleh perwakilan masing-masing fraksi terhadap masing-masing calon duta besar dengan total jatah waktu tidak lebih dari 10 menit.

Meutia menjelaskan, aspek keselamatan kesehatan dari kepatuhan terhadap standar protokol kesehatan yang ketat akan terus dipertimbangkan dalam uji kelayakan dan kualifikasi seorang calon Duta Besar Indonesia.

“Komisi I DPR RI akan melakukan penyesuaian jumlah peserta rapat, waktu presentasi peserta rapat, dan tata letak peserta rapat. Rencananya paling lambat dua setengah jam satu sesi, di mana calon duta besar harus hadir secara fisik,” kata Meutia.

Meutia Hafid menegaskan kepatuhan calon dan due diligence oleh duta besar LBBP untuk negara sahabat harus tetap dilakukan meski di tengah pelaksanaan PPKM Darurat agar tetap menjaga efektifitas diplomasi luar negeri.

“Dalam rapat internal, Komisi I memutuskan uji coba tetap dilakukan meski dalam keadaan darurat PPKM, mengingat diplomasi luar negeri di era COVID-19 sangat penting terkait vaksin, kesehatan, dan kerja sama ekonomi,” jelas Meutia. …

Meutia berharap jabatan duta besar yang kosong atau sudah lewat waktu harus segera diisi untuk menjamin kelangsungan dan efisiensi kerja mereka.

Artikel sebelumyaRepublik Rakyat Mongolia: Pemerintah memperkuat perlindungan para pemimpin agama selama pandemi
Artikel berikutnyaPPKM Mikro Tercatat Padang Menghidupkan Kembali Kemitraan Dengan COVID-19