Beranda Hukum Mobil ditabrak kereta api di Probolingo, 4 tewas

Mobil ditabrak kereta api di Probolingo, 4 tewas

Probolingo, Jawa Timur (ANTARA). Kendaraan nomor L-1172-MW ditabrak KA Logawa jurusan Purwokerto-Jember, menewaskan empat penumpangnya di persimpangan jalan langsung (JPL) tidak dijaga di km 91+0 di Desa Bayeman, Kabupaten Probolingo, Jawa Timur , Kamis, siang.

“Pada pukul 16.30 WIB, kami mendapat pesan dari masinis KA ogava bahwa ada kendaraan roda empat yang pintunya sudah “dikeraskan” yang belum diservis, sehingga sopir memberikan izin pemberhentian darurat untuk memeriksa lokomotif dan sirkuit. ,” kata Manajer Komunikasi Pelaksana Harian Masyarakat Zona Operasi PT Keret Api (Daop) 9 Jember Tohari saat dihubungi melalui telepon dari Probolinggo.

Menurut dia, masinis memeriksa sirkuit dan menemukan telah terjadi kerusakan, sehingga masinis KA Logava melanjutkan perjalanan menuju stasiun Probolingo dengan kecepatan terbatas.

“Kereta yang dikeraskan masih berada di atas rel, sehingga petugas akan mendereknya agar kereta selanjutnya bisa melewati rel tersebut,” ujarnya.

Dia melanjutkan, rangkaian lokomotif Logawa masih menjalani pemeriksaan oleh kepala bagian pemeliharaan di stasiun Probolinggo, dan selanjutnya kereta akan menunggu lokomotif pembantu dari Depot Jember.

“Kami menghimbau kepada seluruh kendaraan yang melewati perlintasan kereta api yang tidak dijaga agar belok kanan dan kiri agar tidak ketinggalan kereta api,” ujarnya.

Tohari mengimbau pengguna jalan untuk mematuhi rambu-rambu saat ini dan lebih waspada saat melintasi perlintasan kereta api, terutama yang tidak dijaga.

“Sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, pasal 124 menyatakan bahwa pada perpotongan suatu ruas antara jalur kereta api dan jalan, pengguna jalan harus mengutamakan angkutan kereta api,” ujarnya.

Hal ini juga didukung oleh UU no. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 114 mengatur bahwa pada perlintasan kereta api antara jalan kereta api dan jalan raya, pengemudi kendaraan wajib berhenti apabila suatu isyarat berbunyi, pembatas mulai menutup dan/atau isyarat lainnya.

“Selain itu, kendaraan juga wajib mengutamakan kereta api dan mengutamakan kendaraan yang melintasi rel terlebih dahulu,” ujarnya.

Artikel sebelumyaPria depresi mengacungkan senjata tajam di Mapolres Lumajang
Artikel berikutnyaLima kabupaten di Pidi Jaya Aceh terendam banjir.