Beranda News Moeldoco mengingatkan pemerintah daerah untuk beradaptasi dengan pandemi

Moeldoco mengingatkan pemerintah daerah untuk beradaptasi dengan pandemi

Harap perhatikan masalah ini dengan serius dalam pengembangan masa depan kami.

Kediri (ANTARA) – Kepala Staf Presiden Moeldoko mengingatkan perlunya pemerintah daerah yang adaptif menghadapi pandemi COVID-19, dengan tidak mengabaikan pentingnya teknologi dan layanan digital dalam pelayanan publik.

“Memang suka tidak suka, tulang punggungnya harus digital. Kami juga tahu itu Aplikasi online satu kali (OSS) di mana izinnya cepat. Kalau kita fokus ke situ, kita bisa yakin pelayanan kita bisa optimal,” ujarnya dalam seminar online yang digelar di Kediri, Jawa Timur, Senin.

Ia juga meminta semua pihak mengantisipasi peristiwa global.

Menurutnya, ada lima fenomena global yang tidak bisa diabaikan, yaitu: dunia telah berubah, berubah dengan cepat, penuh risiko, kesulitan dan tantangan. kejutan.

“Contoh nyatanya adalah COVID-19. Perubahannya luar biasa, berkembang pesat, risikonya tinggi dan mengubah hidup. Mohon diperhatikan dengan sungguh-sungguh lima fenomena ini dalam membangun dan melangkah ke depan,” ujarnya.

Ia menambahkan, meski ada PPKM, pembangunan infrastruktur bisa dilanjutkan. Misalnya, keberadaan bandara di Kediri yang juga telah melalui proses pembangunan 50 persen, bisa menjadi kekuatan baru yang akan membuat pertumbuhan kota semakin kuat.

Menurutnya, hal ini akan memperluas bisnis pariwisata ke depan.

“Untuk itu, budaya harus dibangun berdasarkan bagaimana masyarakat dapat menyikapinya dengan baik. Bagaimana pariwisata bisa menjadi budaya hidup masyarakat, seperti yang terjadi di Bali, sehingga harus dipersiapkan dari sekarang,” ujarnya.

Moeldoko menghadiri webinar “Memperkuat Kota Kediri sebagai kota pelayanan”.

Ia berharap Kota Kediri semakin bersinar ke depannya. Kota Kediri memiliki ‘trademark’ yang tidak biasa dan ini akan memudahkan terciptanya sebuah brand untuk kota Kediri di masa depan.

“Saya kira Walikota Kediri mengelola kota Kediri dengan baik. Mohon masalah ini ditanggapi dengan serius dalam pengembangan kita ke depan, ”katanya.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar juga menjelaskan konsep kota Kediri sebagai kota layanan. Penggunaan bersama inovasi yang diterapkan di berbagai bidang dijelaskan satu demi satu, dimulai dengan susunan bahasa Inggris, beasiswa kuliah, perawatan rumah, sahabat, Jamal, layanan online Shakti dan lainnya.

“Kami berusaha memberikan pelayanan terbaik, termasuk perizinan bagi penyandang disabilitas. Kami mendorong penyandang disabilitas untuk menerima layanan berkualitas. Kami juga mengajak mereka yang bisa diajak bekerja sama dengan pemerintah untuk bekerja sama dengan pemerintah,” ujarnya.

Artikel sebelumyaInstruksi ke Kabakharkam untuk personel tentang pengawasan jam buka tempat komersial
Artikel berikutnyaDirektur Reserse Kriminal dan delapan Kapolda Lampunga dipindahkan.