Beranda Hukum Muhammad Kese ditahan di ruang Reserse Kriminal Polri.

Muhammad Kese ditahan di ruang Reserse Kriminal Polri.

Muhammad Kese ditangkap tadi malam.

Jakarta (ANTARA). Polisi menahan tersangka penodaan agama Muhammad Kasman, seorang YouTuber bernama Muhammad Kese, di Rutan Unit Reserse Kriminal (Rutan) Polres Jakarta Selatan.

“Muhammad Kese ditangkap tadi malam dan ditahan pada pukul 21.50 WIB,” kata Kepala Bagian Penerangan Masyarakat (Kabagpenum) Humas Polri Kombes Pol. Ahmad Ramadhan kepada ANTARA melalui pesan singkat, Kamis.

Ramadan mengatakan, penyidik ​​saat ini masih mempelajari tersangka untuk mengetahui motifnya menyebarkan konten SARA.

“Motifnya masih dalam penyelidikan,” kata Ramadhan.

Muhammad Kese ditangkap oleh kelompok asal Sempidi, Mengwi Badung, Kota Bali yang dipimpin oleh Direktorat Cybercrime Bareskrim Mabes Polri di persembunyiannya, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (24/8) sekitar pukul 20.00 WITA.

Penangkapan dilakukan atas dasar laporan polisi LP/B/500/VIII/2021/SPKT Bareskrim.Polri tertanggal 21 Agustus 2021. Sejak diterimanya laporan tersebut, Polri telah melakukan tindakan tambahan, salah satunya telah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Cominfo) untuk mengurangi (lepas landas) Download video Muhammad Kese berisi kata-kata SARA.

Menurut Ramadhan, 42 konten video Muhammad Keche (lepas landas), 38 video sisanya masih dalam proses.

“Pemrosesan terakhir lengkap konten M. Keche oleh Kominfo pada 25 Agustus 2021. lepas landas 42 dan 38, ”kata Ramadhan.

Upaya lain adalah untuk menetapkan keberadaan Muhammad Keche. Mengetahui hal itu, dilakukan penangkapan. Muhammad Kese dibawa ke bagian Reserse Kriminal Polri untuk dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya.

Polisi memancing tersangka ke dalam jebakan sesuai dengan pasal 45A (2). perserikatan rahasia Ayat (2) Pasal 28 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 mengubah Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 156 dan/atau Pasal 156 huruf a KUHP.

Tersangka, Muhammad Keche, terancam hukuman penjara minimal 6 tahun.

Muhammad Kese mendistribusikan konten SAR kepada umat Islam melalui channel MuhammadKece.

Sebelum ditangkap, penyidik ​​Diziber Polri memeriksa saksi dan saksi ahli.

Menurut ahli bahasa, Dr. Andika Dutha Bachari, konten yang disebarluaskan tergolong ucapan yang dapat menimbulkan permusuhan dan kebencian berdasarkan SARA dan penistaan/penodaan agama terhadap Islam.

Menurut ahli bahasa, prof. Effendi Saragi, sebagai ahli pidana, menyatakan bahwa pernyataan Muhammad Kese di akun YouTube-nya merupakan penghinaan terhadap Islam, sebagaimana tercantum dalam pasal 156 KUHP dan/atau pasal 45A ayat (2) jo. Pasal 28 Ayat (2) UU ITE.

Adapun barang bukti yang disita penyidik ​​berupa dua handphone, tiga SIM card, dua modem WiFi, satu perekam, satu baterai eksternal, kartu anggota Gereja Bethel Indonesia atas nama Muhammad Kasman, KTP, kartu pers berita hukum pidana, kartu NPWP, tiga mesin ATM dan e-card Eomuter.

Artikel sebelumyaAnggota DPR berterima kasih kepada Polry karena mengungkap 40 kilogram narkoba
Artikel berikutnyaTangani Covid-19, Menkominfo: Pemerintah Terapkan Digitalisasi Dukung Solusi Komprehensif