Beranda News NasDem: Proses politik penetapan capres masih panjang

NasDem: Proses politik penetapan capres masih panjang

JAKARTA (ANTARA) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) NasDem Johnny Gerrad Plate mengatakan pihaknya belum mempersempit nama calon presiden (capres), meski Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan sudah menyatakan kesediaannya.

Dalam laporan media Singapura, Anis Baswedan menyatakan siap mencalonkan diri sebagai presiden pada 2024 jika dicalonkan oleh partai politik.

“Ini adalah hak warga negara. Kita harus menghormati satu lagi dari tiga warga negara yang diamati atau yang mengambil keputusan dalam Rakernas NASDEM. Ini hak warga negara, dan proses politik sudah berlangsung lama. sudah tahun politik,” kata Johnny G Plate di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin.

Berdasarkan Rakernas Partai NasDem, partainya menyebut tiga calon presiden yang akan diusung dalam Pilpres 2024, yakni Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranovo, Gubernur DKI Jakarta Anis Rasid Baswedan, dan Panglima TNI Jenderal Andik. Perka.

“Sebagai acuan, NasDem selalu mengabarkan, pertama, calon presiden yang diusung harus memiliki kemampuan dan keinginan untuk menjaga keberlangsungan pembangunan yang dilakukan kabinet Pak Jokowi, harus memiliki komitmen dan kemampuan untuk melaksanakannya.” kata Johnny.

Kedua, NasDem harus memastikan pembentukan koalisi dengan persyaratan minimal 20 persen dalam undang-undang.

“Oleh karena itu, proses komunikasi politik masih dinamis. Jika ada kader, caleg, caleg yang kami rekomendasikan, sudah resmi menyatakan kesiapannya, ini sebuah langkah maju. Tapi ketua umum memiliki mandat untuk dua hal ini sekaligus, jangan dipisahkan,” tambah Johnny.

Artinya, jika ada calon dan pasangan, tetapi tidak ada koalisi parpol, menurut Johnny, proses politik tidak akan berjalan dan sebaliknya, jika ada koalisi, tetapi gagal membentuk pasangan calon presiden. dan wakil presiden juga tidak akan bekerja.

“Jadi dua hal ini saling terkait dan masih aktif dibahas dalam diskusi yang bertanggung jawab yang bertujuan untuk menjaga demokrasi kita yang sehat,” katanya.

Apalagi, kata Johnny, partai NasDem tidak hanya menyiapkan calon presiden, tapi memasukkan calon koalisi, strategi politik, taktik yang tepat agar calon presiden bisa menang.

“Jangan diterjemahkan ke kandidat. Kalau cuma caleg, bisa cepat, gampang. Tapi apakah calonnya bisa menang atau tidak? Ini membutuhkan pendalaman, kerja sama politik, karena realitas politik kita sedemikian rupa sehingga hanya satu partai yang dapat mengajukan pencalonannya. , yaitu PDIP, tapi apakah PDI-P akan bekerja sendiri atau bermitra? Ini adalah bagian dari strategi PDIP yang lebih besar yang kita hormati,” kata Johnny.

Artikel sebelumyaPemerintah mengevaluasi sistem pencegahan serangan siber
Artikel berikutnyaHanin Dhiya Menjadi Equal Spotify Indonesia Ambassador