Beranda Warganet P2G Desak Kemendikbudristek Tambah Formulir Seleksi Guru untuk PPPK

P2G Desak Kemendikbudristek Tambah Formulir Seleksi Guru untuk PPPK

Jakarta (ANTARA) – Persatuan Guru dan Pendidikan (P2G) mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meningkatkan pelatihan guru untuk PPPK Tahap II dan III guna mengatasi kekurangan 1,3 juta guru.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Minggu di Jakarta, Koordinator Nasional P2G Satrivan Salim mengatakan, hasil evaluasi menunjukkan banyak guru honorer yang terlibat dalam putaran pertama PPPK. Nilai kelulusan, tetapi tidak mengenyam pendidikan dan tidak mengenyam pendidikan karena bukan dari sekolah dasar, meskipun nilainya lebih tinggi Nilai kelulusan (PG).

“P2G sedang melakukan sosialisasi ke Kemenpan RB dan BKN untuk memastikan mereka yang di atas PG tidak harus melewati tes putaran kedua dan ketiga lagi. Artinya otomatis lolos dan diterjunkan,” kata Satrivan Salim.

Ditambahkannya, ada beberapa anggota P2G yang nilai ujiannya lebih tinggi dari PG pada PPPK tahap pertama, namun sekolah tempat mereka mengajar tidak mengenyam pendidikan, atau tidak lulus karena bukan dari sekolah induk, mohon maaf.

“Kami sangat meminta Menteri Mas Nadim Makarim dan Menpan RB untuk meningkatkan jumlah formasi guru PPPK, meminta pemerintah pusat untuk mengkoordinasikan tindakan mereka dan mendesak pemerintah daerah untuk mengusulkan formasi guru PPPK tambahan, yang disesuaikan secara maksimal dengan kebutuhan nyata di lapangan. daerah agar bisa menampung semua guru honorer”, – sambung Satrivan.

Saat ini, pemerintah daerah baru mengusulkan 506.252 formasi, padahal Menteri Pendidikan dan Kebudayaan telah dijanjikan oleh Mas Nadim untuk membuka 1.02616 formasi. Menurutnya, ini yang menjadi masalah guru honorer.

Satrivan mengatakan P2G telah meminta pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk menghitung dan menyusun roadmap guru honorer yang nantinya akan lolos PPPK dan bagaimana penempatannya setelah lulus, setelah mendapat SK dari pemerintah daerah. Hal ini karena penting untuk diingat bahwa kehadiran guru P3K berpotensi menggusur guru honorer yang ada di sekolah tersebut.

Jumlah guru ASN yang dibutuhkan di sekolah negeri di tingkat nasional hingga tahun 2021 adalah 1.090.678, jika dihitung pada tahun 2024, jumlah guru ASN yang dibutuhkan untuk mengajar adalah 1.312.759. Sedangkan kebutuhan guru terbesar pada tahun 2021-2022 akan berada pada jenjang SD-SMP sebesar 823.383, dengan jumlah sekolah dasar yang lebih banyak.

Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, jumlah guru PNS yang mengajar di sekolah umum hingga tahun 2021 sebanyak 1.236.112 atau 60 persen, dan jumlah guru non-PNS (honorific) sebanyak 742.459 atau 36 persen. …

“Artinya hampir 40 persen, status guru di sekolah umum sebagai guru honorer. Bayangkan jika tidak ada guru honorer yang mengajar, kehadirannya akan menentukan keberlangsungan pendidikan di sekolah umum, negara benar-benar berutang budi pada guru honorer ini,” ujarnya. Kabag Perlindungan Guru, P2G, Iman Zanatul Haeri.

Mengingat banyaknya guru ASN di sekolah negeri hingga tahun 2024, P2G mengusulkan sebagai solusi jangka panjang agar pemerintah tetap membuka seleksi guru PNS mulai tahun 2022 hingga 2024.

Kemudian Kemendikbudristek memenuhi ketentuan Pasal 22-23 UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Pendidik, yaitu skema hubungan kedinasan calon guru untuk kepentingan pembangunan pendidikan nasional atau kepentingan pembangunan daerah.

Selain itu Kemendikbudristek perlu ditambah formasi guru PAI dan Mulok (berlaku secara nasional) agar terserap dan sesuai dengan kebutuhan riil daerah, misalnya bahasa sunda terpaksa mendaftar ke Kemendikbudristek. PPPK untuk pendidikan mata pelajaran lainnya. Karena tidak ada pendidikan dalam bahasa sunda. Sehingga perlu ada aturan khusus untuk rekrutmen guru PPPK yang nantinya berasal dari sekolah swasta.

Artikel sebelumyaKasus COVID-19 terbanyak di DKI Jakarta
Artikel berikutnyaMenteri BUMN berencana bangun rumah sakit otak dan jantung di Bandarlampung