Beranda News Panglima TNI Ingatkan Ingat Kurangi Kejadian COVID-19

Panglima TNI Ingatkan Ingat Kurangi Kejadian COVID-19

Jakarta (ANTARA) –

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tiajanto mengingatkan seluruh komponen bangsa untuk mengabaikan penurunan kasus COVID-19 di Indonesia.
“Ini semua berkat kerja keras semua pihak di 34 provinsi, tapi jangan lengah,” kata Panglima TNI saat memimpin rapat dengan Vorkopimda Kalbar tentang perang melawan COVID-19 dan vaksinasi di Kalbar. di Makodam XII/Tanjungpura, Rabu.
Panglima TNI yang didampingi Kapolri Jenderal Paul Listio Sigit Prabovo dan Kepala BNPB Letjen Ganip Varsito mengatakan penurunan jumlah kasus bisa terjadi karena semua elemen mampu mengendalikan COVID. -19. pandemi, termasuk penggunaan protokol kesehatan yang disiplin dan vaksinasi.

Ia menegaskan penerapan “tracing” kontak erat di Kalbar perlu diperkuat, upaya harus diperkuat untuk menghadapi hal ini secara sinergis dan serius, sesuai dengan kondisi daerah masing-masing.
“Pentingnya mengedukasi masyarakat yang ingin dirawat di isoterm untuk mencegah penurunan kesehatan pasien,” kata Marsekal Hadi dalam siaran pers.

Mantan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) itu mengingatkan Pangdam XII/Tanjungpur dan Kapold Kalbar untuk terus membantu pemerintah daerah dalam menanggulangi pandemik Covid-19.

“Kita harus optimis. Pelajari data-data yang ada dengan cermat agar kita bisa mengambil keputusan yang tepat,” kata Panglima TNI itu.

Panglima TNI mengatakan, pemerintah daerah bersama instansi terkait, TNI-Polri, BNPB dan Kementerian Kesehatan perlu meningkatkan komunikasi, koordinasi dan kerjasama dalam pengelolaan vaksinasi, termasuk penguatan tenaga kesehatan untuk vaksinasi.
Sementara itu, Gubernur Kalbar Sutarmidzhi berbicara tentang perjuangan melawan pandemi COVID-19 di provinsi ini.

Ia mengatakan, saat ini ada 629 kasus aktif di Kalbar, menurut data Kementerian Kesehatan, Selasa (9 Juli). Secara spesifik, ada 37.493 kasus terkonfirmasi, 35.878 kasus sembuh, dan 986 meninggal.
Perjuangan melawan pandemi COVID-19 di wilayah Kalbar tidak lepas dari sinergitas antara TNI dan Polri, pemerintah daerah, dinas kesehatan dan masyarakat, ujarnya.

Artikel sebelumyaAmnesty Indonesia meminta kondisi penjara yang lebih baik di Indonesia
Artikel berikutnyaPolisi Jawa Tengah menindak perdagangan anak-anak