Beranda News Pansus dan Pemerintah Sepakat Kaji Ulang UU Otsus Papua

Pansus dan Pemerintah Sepakat Kaji Ulang UU Otsus Papua

Berbicara Bismillah, saya setuju dengan amandemen UU Otonomi Khusus Papua dalam rapat paripurna DPR RI.

Jakarta (ANTARA) – Rapat Kerja Panitia Ad Hoc (Pansus) Revisi Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus (Otsus) Papua bersama pemerintah menyetujui revisi UU Otsus yang akan diajukan ke pleno. Rapat Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia untuk menyetujui tingkat II.

“Dengan mengucapkan Bismillah, saya setuju bahwa revisi UU Otsus Papua akan diajukan ke rapat paripurna DPR RI,” kata Komarudin Watubun, Ketua Pansus Otsus Papua dalam Rapat Kerja dengan pemerintah Papua. di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin.

Dikatakannya, sebanyak 9 fraksi dan Komite I DPD RI telah menyampaikan pendapat akhir atas revisi UU Otsus Papua. Menurutnya, semua fraksi dan Komite I DPD RI telah menyetujui dan menyetujui RUU otonomi khusus untuk Papua.

Sebelum mengambil keputusan, sekretaris pers masing-masing fraksi dan perwakilan Komite I DPD RI menyampaikan pendapat terakhirnya.

Wakil Ketua Otsus Papua Yan Mandenas mengatakan, RUU Otsus Papua terdiri dari 143 Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) dan telah dibahas secara detail dan komprehensif di tingkat panja dengan sistem klaster.

“Ada kelompok zat yang diusulkan pemerintah dan kelompok zat yang tidak masuk dalam usulan pemerintah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, revisi UU Otsus menghasilkan penambahan 18 pasal baru, terdiri dari 3 pasal yang diusulkan pemerintah, yakni pasal 1, pasal 34, dan pasal 76.

Sedangkan menurut dia, ada 15 pasal di luar usulan pemerintah, yakni pasal 4, pasal 5, pasal 6, pasal 6, pasal 6a, pasal 7, pasal 11, pasal 17, pasal 20, pasal 36, pasal 38, pasal 56, pasal 59, pasal 68, pasal 68a dan pasal 75.

Rapat kerja tersebut dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Edward Omar Sharif Hiariy.

Artikel sebelumyaYayasan dan masyarakat bahu membahu menghijaukan Pegunungan Meratus.
Artikel berikutnya"Program Ahok" membantu merawat pasien COVID-19? Pengecekan fakta!