Beranda Hukum Para ahli mengatakan peretasan IG menunjukkan keamanan digital perlu diperbaiki

Para ahli mengatakan peretasan IG menunjukkan keamanan digital perlu diperbaiki

Semarang (ANTARA) –

Pakar cybersecurity CISSReC Dr.Pratama Persadha menyatakan, peretasan akun Instagram (IG) Pemkot Surakarta kembali menegaskan bahwa keamanan aset digital di lingkungan pemerintahan ini masih perlu ditingkatkan secara signifikan.
“Biasanya ada peretasan seperti memanjakan atau mengubah tampilan jaringan. Bahkan hampir setiap bulan bisa terjadi di berbagai instansi pemerintah, baik pusat maupun daerah,” kata Pratama Persadha menjawab pertanyaan ANTARA di Semarang, Minggu pagi.
Hal itu disampaikan Pratama menanggapi peretasan Instagram pemerintah Surakarta @pemkot_solo. Bahkan, sejak Jumat siang (8/10) hingga Sabtu (9/10), akun tersebut masih dinonaktifkan untuk keamanan tambahan.
Untuk akun media sosial seperti Instagram, lanjut Pratama, celah keamanan yang bisa dimanfaatkan bisa berasal dari berbagai sumber. Misalnya dari password yang mudah ditebak, administrator yang menggunakan Wi-Fi gratis dan dalam beberapa kasus smartphone administrator dijual dengan syarat akun IG masih tersimpan di ponsel (ponsel).
“Dengan cara ini tidak perlu verifikasi dua langkah untuk login ulang,” kata Pratama yang juga ketua CISSReC (Center for Communication and Information Systems Security Research Institute) Indonesia.
Sebagai upaya pengamanan, biasanya dilakukan two step check di bagian tersebut, kata Pratama. pengaturan dan keamanan. Dengan demikian, jika ponsel asing masuk, tidak akan bisa login secara otomatis tanpa mengecek 6 digit nomor yang dikirimkan melalui SMS.
Terkait pernyataan Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raki, Pratama mengaku pelaku mengganti akun email. Mungkin juga akun pemerintah kota Surakarta sebelumnya tidak mengaktifkan Verifikasi 2 Langkah.
Pratama kemudian memberikan solusi yaitu pemerintah kota Surakarta secara resmi mendekati perwakilan Facebook di Singapura karena Instagram dimiliki oleh FB. Apalagi ini adalah laporan resmi dari pemerintah daerah.
“Yang penting akun email lama tidak bisa diretas karena FB bisa mendapatkannya kembali, biasanya dengan syarat akun email lama masih dalam penguasaan pemilik akun aslinya, dalam hal ini pemerintah kota Surakarta. ,” kata Pratama.
Sekali lagi, mahasiswa pascasarjana Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) ini menekankan bahwa insiden peretasan di lingkungan pemerintah adalah pelajaran penting bahwa aset digital juga harus mendapat perhatian serius dari pemerintah, dimulai dari keamanan email.
Dia juga menekankan bahwa email yang digunakan untuk mendaftar akun media sosial harus aman dan verifikasi dua langkah harus diaktifkan. Dengan demikian, verifikasi dua langkah harus diaktifkan untuk email dan akun media sosial.
“Jangan lupa nomor yang digunakan tidak boleh hilang. Kalau dibakar akan menimbulkan masalah baru karena kode verifikasinya tidak bisa terkirim,” kata seseorang dari Chepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Artikel sebelumyaBMKG peringatkan hujan lebat di beberapa wilayah Indonesia
Artikel berikutnyaKinjo menyukai JO1 untuk istirahat sementara dari aktivitas grup.