Beranda Hukum Pasar dan Alun-Alun Rangkasbitung ditutup untuk menghindari keramaian.

Pasar dan Alun-Alun Rangkasbitung ditutup untuk menghindari keramaian.

Masih banyak lagi masyarakat yang tidak mengikuti protokol kesehatan.

Lebak (ANTARA) –

Pasar dan Alun-alun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten ditutup selama penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM) untuk mencegah kerumunan yang berpotensi menyebarkan COVID-19.
“Kami meminta warga menghormati penutupan kawasan keramaian selama PPKM Darurat berlaku,” kata Komandan Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Kabupaten Lebak Dartim di Lebak, Jumat.
Petugas Satgas Covid-19 Kabupaten Lebak bekerja dengan giat menjaga kontrol selama pelaksanaan PPKM Darurat, melakukan razia bertopeng dan blokade perbatasan.
Kendaraan di luar akan terguling jika pengemudi dan penumpang tidak memiliki hasil apusan antigen di areanya.
Selain itu, petugas juga membubarkan daerah yang berpotensi terjadi kemacetan.
Pengawasan dilakukan dengan tujuan untuk menjaga kedisiplinan masyarakat agar mematuhi persyaratan darurat PPKM dengan tetap menghindari keramaian.
Sejauh ini, kerumunan orang telah berubah menjadi klaster penularan COVID-19, katanya. Karena itu, pasar dan Alun-alun Rangkasbitung ditutup selama CPKM.
“Kami bersama TNI dan Polri menjaga lokasi pasar dan alun-alun agar tidak terjadi keramaian yang dapat memutus mata rantai penularan COVID-19,” tegasnya.
Perwakilan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Lebak, Firman Rahmatullah mengatakan, masyarakat dapat mengikuti protokol kesehatan dengan selalu menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
Masih banyak warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan, sehingga Kabupaten Lebak masuk dalam zona merah penyebaran COVID-19, ujarnya.
“Kami berharap semua elemen dapat bersinergi dan saling berinteraksi untuk mengatasi pandemi agar tidak memakan banyak korban jiwa,” ujarnya lagi.

Artikel sebelumyaPolda Jambi Buka Pos Pengaduan Kenaikan Harga Obat dan Oksigen
Artikel berikutnyaGolkar Jawa Barat "Segalanya" menghadapi pandemi seperti yang diarahkan oleh Airlang