Beranda Warganet Pasukan mahasiswa UGM sedang berkembang "speaker bluetooth" dari sampah plastik

Pasukan mahasiswa UGM sedang berkembang "speaker bluetooth" dari sampah plastik

Produk inovatif yang dikembangkan dengan nama “Saura” ini memiliki konsep multifungsi, unik, terjangkau, praktis dan ramah lingkungan.

Yogyakarta (ANTARA) – Tim mahasiswa Universitas Gadja Mada (UGM) Yogyakarta mengembangkan inovasi dengan mendaur ulang sampah plastik menjadi “speaker Bluetooth” multifungsi yang dilengkapi dengan fungsi baterai eksternal.

Ketua Tim Pengembang, Hafifa Putri, dalam keterangan tertulis di Yogyakarta, Rabu, mengatakan produk inovatif yang dikembangkan dengan nama “Saura” ini memiliki konsep multifungsi, unik, terjangkau, praktis dan ramah lingkungan.

“Dianggap multifungsi karena Saura menggabungkan dua fungsi, yaitu bluetooth speaker dan power supply, dalam satu produk,” kata Hafifa.

Menurutnya, nama Saur berasal dari kata Sansekerta yang berarti suara yang indah.

Dia mengatakan bahwa “speaker bluetooth” dibuat dengan menggunakan pola yang unik, seperti marmer, yang tidak dapat dibuat dengan tangan dari kayu murni atau plastik cetak konvensional.

Selain motif marmer unik yang mudah dibawa kemana-mana, katanya, produk ini juga memiliki baterai eksternal opsional 7500mAh, yang akan membuat produk ini bertahan hingga 12 jam.

Inovasi tersebut dikembangkan oleh Hafifa Putri Varadhias (manajemen), Amuirul Fauzan Ibrahim (teknik mesin), Rifki Kurniavan (matematika), Muhsin Al Fikri Lubis (teknik elektro), Siafaat Makhrus Ali (teknik elektro). Lima di antaranya mengembangkan produk ini sebagai bagian dari program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K).

Salah satu anggota tim pengembang, Shafaat Mahrus menambahkan, Saura terbuat dari plastik HDPE daur ulang dengan kuat tekan IV atau setara dengan Sengon (285 kg/cm2) dan memiliki kekuatan tarik setara dengan kayu jati.

“Kehadiran produk ini diharapkan dapat memberikan dampak sosial, seperti memperluas pilihan konsumen akan produk yang unik dan berkelanjutan. Selain itu juga akan membantu menyelesaikan masalah sampah plastik di masyarakat,” ujarnya.

Produk Saura merupakan salah satu hasil PKM UGM yang lolos ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2021 yang akan berlangsung akhir Oktober tahun depan. Total ada 124 tim PKM UGM yang berhasil lolos ke PIMNAS dan menjadikan UGM sebagai universitas dengan jumlah peserta kualifikasi terbanyak di Indonesia.

Artikel sebelumyaKasus harian COVID-19 di RI bertambah 1233, sembuh 2259, sebagian besar Jawa Tengah
Artikel berikutnyaSolo Ambil Langkah Antisipasi Gelombang Ketiga COVID-19