Beranda Nusantara Paus sperma terdampar di lora

Paus sperma terdampar di lora

Kupang (ANTARA) – Badan Perairan Nasional Kupang (BKKPN) melaporkan mamalia laut, paus sperma (Physeter macrosepalus), kandas di Pantai Sebanjar, Kabupaten Alor, Negara Bagian NTT.

“Benar ada paus yang terdampar dan mati serta berenang di Pantai Sebanjar, Desa Alor Besar, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor,” kata Kepala BKKPN Kupang Imam Fawzi kepada ANTARA di Kupang, Selasa.

Setelah mengamati paus yang terdampar dan mati, diketahui ada bekas luka di hidung.

Diduga luka tersebut disebabkan oleh batu saat tertancap di pantai Sebanjar di wilayah Alor.

“Paus itu ditemukan oleh seorang nelayan saat sedang memancing di air,” tambahnya.

Paus yang diketahui berjenis kelamin betina dengan panjang 10,5 meter dan tinggi 1,2 meter, lebar 1,6 meter dengan ekor dan lebar dada 1,6 meter itu langsung terdampar untuk dimakamkan.

Beberapa pihak telah membantu, misalnya tim dari Basarnas, TNI Pos AL dan Kodim 1622, SatPolairud, Polres Alora Barat Laut, Polres Alora, Polsek dan Kodim.

Menurut dia, dalam proses penguburan, kelompoknya menggunakan ekskavator yang mengeluarkan bangkai ikan paus dan menggali kuburan.

Warga juga memberikan bantuan kapal untuk membawa ikan paus dari tengah laut ke daratan. Pemakaman juga dihadiri oleh warga Sebanjar dan sekitarnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada warga Desa Sebanjar yang telah membantu dan pandai menangani paus yang mati. Mengingat masih banyak masyarakat di sejumlah wilayah NTT yang jika menemukan mamalia laut yang dilindungi, mati terdampar, tidak akan diperlakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Artikel sebelumyaPemkot Palembang Tutup Fasilitas Umum di Akhir Tahun PPKM
Artikel berikutnyaUpaya konservasi harus berpegang pada lima pilar