Beranda Hukum PB PMII Apresiasi Kepada Bareskrim Polri atas Penangkapan Youtuber Muhammad Kese

PB PMII Apresiasi Kepada Bareskrim Polri atas Penangkapan Youtuber Muhammad Kese

Jakarta (ANTARA) – Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) mengapresiasi langkah dan tindakan sigap Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri yang berhasil menangkap polisi. Youtube Muhammad Ke.

“PB PMII sangat mengapresiasi kerja Polri melalui Satuan Reserse Kriminal yang dengan cepat mengidentifikasi dan mengambil tindakan tegas terhadap mereka yang bertanggung jawab atas penodaan agama dan kegiatan SARA,” kata Jenderal PB PMII Muhammad Abdullah Sukri dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta. Rabu.

PB PMII meyakini bahwa segala tindakan yang dapat merusak kerukunan dan kerukunan umat beragama harus diperjuangkan secara tegas. Oleh karena itu, publik harus menjaga ruang publik dengan penyampaian cerita yang harmonis dan konstruktif.

“Bahkan dengan cerita kebencian dan kebohongan yang tidak bisa dijelaskan,” katanya.

Penyidik ​​Polri sebelumnya telah meningkatkan kasus Mohammed Kese ke tahap penyidikan setelah mendapatkan bukti awal yang cukup. Polisi juga menerima keterangan dari saksi dan tiga saksi ahli, yakni seorang ahli bahasa, seorang ahli agama, dan seorang ahli teknologi informasi.

Setelah itu, Polri melacak keberadaan Muhammad Kese dan memblokir video yang mengandung konten SARA yang dapat mengganggu kerukunan antarumat beragama.

Muhammad Abdullah mengatakan, ancaman penistaan ​​agama, ujaran kebencian, dan intoleransi rasial semakin marak di Indonesia di tengah derasnya arus informasi dan digitalisasi.

“Kita membutuhkan peran Polri yang kuat untuk merespon dengan cepat memberantas pelaku kejahatan siber di masyarakat,” ujarnya. dalam bentuk apapun,” ujarnya.

Peran institusi Polri yang kuat adalah kunci untuk melindungi hak asasi manusia dan menjaga kerukunan dan kerukunan antar umat beragama di Indonesia, katanya.

Apalagi, Indonesia berada dalam era post-truth. atau post-truth, ketika keadaan media informasi telah menjadi milik semua orang, sehingga setiap orang dapat dengan mudah menggunakan ujaran kebencian.

“PB PMII siap menjadi yang terdepan dalam meningkatkan dan meningkatkan literasi digital untuk menjaga ruang publik yang harmonis dan konstruktif,” ujarnya.

Artikel sebelumyaPanglima TNI: Kiai Berperan Penting Bantu Pemerintah Lawan COVID-19
Artikel berikutnyaTNI AL menangkap buronan pemerintah Kamboja M.T. Strovolo