Beranda Warganet Pejabat Ambon dan ASN dilarang berbuka puasa bersama dan "rumah terbuka"

Pejabat Ambon dan ASN dilarang berbuka puasa bersama dan "rumah terbuka"

Ambon (ANTARA) – Pemerintah Kota Ambon melarang pejabat dan aparatur sipil negara di lingkungan Pemkot setempat untuk menggelar buka puasa bersama dan sahur bersama selama Ramadan, serta acara open house Idul Fitri 1443 H. situasi masih dalam kondisi pandemi COVID-19.

“Pejabat dan pegawai Pemkot Ambon, ASN, saya minta agar tidak menghabiskan atau menghadiri buka puasa bersama atau sahur, serta open house Idul Fitri,” kata Wali Kota Ambon Richard Luhenapessi di Ambon, Rabu.

Ia mengatakan, kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Walikota Ambon tentang pelaksanaan ibadah selama Ramadhan dan Idul Fitri 1443 H yang merupakan lanjutan dari SE Nomor 8 Menteri Agama Tahun 2022. tentang Pedoman Pelaksanaan Ibadah di Bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1443 H.

Menurut dia, berdasarkan surat edaran tersebut, larangan Idul Fitri “open house”, buka puasa dan sahur bersama berlaku bagi pejabat dan ASN, sedangkan untuk penduduk tetap diperbolehkan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Dengan aturan ini, Pemkot Ambon akan menggelar rapat dalam bentuk yang berbeda agar tidak melanggar aturan.

“Nanti kita akan mengadakan pertemuan dalam bentuk yang berbeda,” katanya.

Menurutnya, bulan Ramadhan adalah waktu umat Islam berpuasa, sehingga umat beragama lain dihimbau untuk tidak makan, minum atau merokok di siang hari di tempat umum.

Dikatakannya, upaya tersebut merupakan wujud nyata toleransi karena Ambon telah diakui sebagai kota dengan indeks toleransi terbaik di Indonesia.

“Mari kita hormati saudara-saudara Muslim kita yang berpuasa sebagai bentuk toleransi sejati, karena Ambon diakui sebagai kota dengan indeks toleransi terbaik di Indonesia yang baru saja kita terima,” kata Richard.

Artikel sebelumyaKebangkitan pemanfaatan kemiri di Tanah Laut, Kalimantan Selatan.
Artikel berikutnyaBMKG prediksi cuaca hujan di beberapa wilayah Indonesia saat Idul Adha