Beranda Warganet Pemerintah Laksanakan Lima Program Dukungan untuk Bali Bangkit

Pemerintah Laksanakan Lima Program Dukungan untuk Bali Bangkit

Jakarta (ANTARA) – Sonny Harmadi, Kepala Unit Perubahan Perilaku Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 memaparkan lima program strategis pemerintah untuk mendukung pemulihan ekonomi sektor pariwisata di Provinsi Bali.

“Dukungan pemerintah Bali untuk Bangkit adalah inisiatif penegakan kebijakan pertama. bekerja Bali untuk ASN yang akan berlaku mulai Juli 2021,” kata Sony dalam acara Sosialisasi Bali Rising Kemenkes Kemenkes yang diselenggarakan secara virtual oleh Kemenkes dan dikendalikan ANTARA di Jakarta, Jumat.

Sonny mengatakan, program tersebut sejalan dengan keputusan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno.

Working with Bali (WFB) merupakan program pemerintah yang diharapkan dapat mengajak masyarakat untuk berkarya di Bali dan membantu sektor pariwisata Pulau Dewata yang dilanda pandemi COVID-19. Situs pilihan saat ini untuk WFB adalah kawasan Nusa Dua.

Program selanjutnya adalah pemberian dana hibah untuk memulihkan pariwisata, mengingat banyak daerah dan kota di Bali yang terdampak pandemi COVID-19. Dengan cara ini, pemerintah memastikan sektor pariwisata dilonggarkan agar tidak terpuruk akibat dampak pandemi.

Sonny mengatakan program lain adalah rencananya Gelembung perjalanan yang meliputi Bali, Bintan dan Batam. Travel bubble adalah ketika dua atau lebih negara yang berhasil menangani virus corona sepakat untuk membuat travel bubble atau koridor.

“Gelembung ini akan membantu warga yang tinggal di dalamnya untuk bepergian dengan bebas dan menghindari kewajiban untuk melakukan karantina mandiri,” katanya.

Pemerintah saat ini sedang menyelesaikan bubble travel di tiga wilayah dengan syarat kasus positif, kasus aktif, dan kapasitas rumah sakit aman untuk meredam aksi masyarakat.

Dalam proses penerapan travel bubble, kata Sonny, pemerintah akan menetapkan syarat tertentu bagi wisatawan asing yang masuk ke Indonesia. “Misalnya, wisatawan harus memiliki swab PCR negatif virus corona sebelum berangkat dan setibanya di Indonesia,” ujarnya.

Pemerintah juga akan mengatur turis asing yang masuk ke Tanah Air setelah divaksinasi COVID-19.

Dukungan yang tidak kalah penting, kata Sonny, adalah penguatan kapasitas 3T (testing, tracking and treatment) dan percepatan vaksinasi.

Sonny mengatakan vaksinasi dosis pertama di Bali sudah mencapai lebih dari 1,5 juta orang, dan vaksinasi dosis kedua lebih dari 676 ribu orang di luar target bersama 70 persen kekebalan kelompok 3 juta orang di Bali.

Artikel sebelumyaBalai Kota Depok menerima mobil perpustakaan keliling dari Perpusnas
Artikel berikutnyaJumat, 8083 pasien dikonfirmasi positif COVID-19