Beranda Warganet Pemerintah masih mencari moratorium kelapa sawit

Pemerintah masih mencari moratorium kelapa sawit

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah masih mengkaji dan mengkaji apakah moratorium izin kelapa sawit yang berakhir pada September 2021 harus diperpanjang, menurut Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Perkebunan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Moch. Edi Yusuf.

“Kami masih mencari tahu apakah akan diperpanjang atau bagaimana. Namun, komitmen pemerintah jelas bahwa luas areal kelapa sawit kami yang seluas 16,38 juta hektar (ha) merupakan areal cakupan yang selalu kami pertahankan sejak moratorium diberlakukan. “ujar Edie dalam diskusi virtual yang disaksikan dari Jakarta, Jumat.

Dia mengatakan pemerintah telah mengambil berbagai langkah untuk menegakkan Peraturan Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2018 untuk menangguhkan dan mengevaluasi izin kelapa sawit dan memperbaiki perkebunan kelapa sawit, seperti mencabut 12 izin perusahaan. di Papua Barat.

Di Indonesia sendiri, luas perkebunan kelapa sawit saat ini mencapai 16.381 juta hektar yang tersebar di 26 provinsi, sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 833 Tahun 2019 tentang penetapan luasan tutupan kelapa sawit.

Edi mengatakan pemerintah terus memperbaiki tata kelola karena moratorium izin sawit.

“Kebijakan pemerintah pada akhirnya adalah tentang kesejahteraan, dalam hal ini kelapa sawit,” kata Edi.

Dalam diskusi yang sama, Direktur Eksekutif Dana Pembangunan Berkelanjutan Madani Nadia Hadad mengatakan berbagai kalangan berharap pemerintah dapat memperpanjang moratorium.

Sebab, kata dia, meski pemerintah telah meraih banyak berkat moratorium, seperti konsolidasi data dan penyelesaian penghitungan luas kebun sawit, masih ada sejumlah persoalan yang perlu dibenahi. untuk diatasi, seperti memperbaiki tata kelola.

Nadia mengatakan daripada melakukan ekspansi, lebih baik fokus pada peningkatan produktivitas melalui Program Transplantasi Kelapa Sawit Rakyat tanpa harus mencari lahan baru.

“Ini juga sangat efektif untuk mencegah kebakaran hutan,” katanya.

Artikel sebelumyaRumah Oksigen Gotong Royong Jawa Timur Resmi Dibuka
Artikel berikutnyaSinar Mas sumbangkan oksigen ke Pemprov Kalteng