Beranda Warganet Pemerintah mengirimkan tim trauma treatment kepada para korban gempa Selayar.

Pemerintah mengirimkan tim trauma treatment kepada para korban gempa Selayar.

Jakarta (ANTARA) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah menurunkan tim penanganan trauma.penyembuhan trauma) kepada korban gempa Selayar yang terjadi pada Selasa (14/12).

“Pemulihan warga juga dibantu oleh tim relawan dari MDMC, PMI, Baznas, Tagana, RAPI dan unsur pentahelix lainnya,” ujar Plt. Kepala Pusat Komunikasi Informasi BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulis dari BNPB, diterima ANTARA di Jakarta, Minggu.

Abdul menjelaskan selain tim relawan, tim medis dari RS KH Hayyung Kota Benteng, Pulau Selayar juga turut membantu memulihkan kesehatan warga terdampak yang juga tertular penyakit seperti demam, diare dan flu dari para pengungsi. kamp.

Selain pemerintah daerah, pemerintah pusat juga memberikan bantuan melalui dana siap pakai sebesar 250 juta yang dapat digunakan untuk keperluan operasional dalam penanggulangan bencana. Sementara itu, BNPB telah menerjunkan satu helikopter untuk mendukung logistik di daerah tersebut.

Menanggapi kerusakan tersebut, berdasarkan data kerusakan sementara, di wilayah Pasimarannu 201 rumah rusak berat, 19 rumah rusak sedang, 508 rumah rusak ringan, dan 13 gedung pemerintahan rusak.

Selain itu, ada 60 warga yang terluka parah di kamp-kamp pengungsi, tiga wanita hamil dan seorang wanita dalam proses persalinan.

Di kawasan Pasilamben, 154 rumah rusak, 235 rumah rusak ringan, dan 12 kantor pemerintahan rusak.

Para korban juga mengalami luka-luka secara detail, 59 luka berat, 54 luka ringan, tiga ibu hamil dan seorang ibu melahirkan di pengungsian. Ada juga seorang warga yang meninggal dunia setelah delapan hari dirawat di RS KH Hayung.

Sementara di kawasan Takabonerate, satu rumah rusak berat dan dua lainnya rusak sedang. Sementara di kawasan Pasimasunggu, enam unit rumah mengalami kerusakan ringan.

Saat ini, para pengungsi secara bertahap mulai meninggalkan kamp-kamp pengungsi. Menurut data yang dihimpun sebelum Minggu (26 Desember), jumlah warga yang mengungsi ke kawasan Pasimarannwa sebanyak 1.216 dari 276 KK.

Hingga Jumat (24/12), jumlah tersebut berkurang 250 orang, yakni sebanyak 1.466 orang dari 386 KK. Di kawasan Pasilamben, 6.405 orang terbagi menjadi 61 pusat penerimaan pengungsi.

“Di Kabupaten Takabonerate, 160 KK atau sekitar 800 jiwa masih mengungsi,” katanya *.

Artikel sebelumyaDitambahkan 92, DKI menjadi penyumbang 47 kasus positif terbesar.
Artikel berikutnyaKorban tewas akibat banjir di Malaysia naik menjadi 46 orang