Beranda Warganet Pemerintah sedang merevisi pedoman tentang pengenalan pelatihan tatap muka.

Pemerintah sedang merevisi pedoman tentang pengenalan pelatihan tatap muka.

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah merevisi pedoman pelaksanaan pelatihan tatap muka di masa pandemi COVID-19 yang dituangkan dalam resolusi bersama dengan Menteri Kesehatan; Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi; Menteri Agama; dan Menteri Dalam Negeri.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadykin dalam konferensi pers yang dihadiri secara online dari Jakarta, Senin, mengatakan revisi Surat Keputusan Bersama (SKB) keempat menteri tentang pedoman pengenalan pelatihan tatap muka sedang berlangsung. pemandangan.

“Kami dan Pak Nadiem (Mendikbud, Ristek Nadiem Makarim) telah menyelesaikan revisi SKB, keputusan bersama empat menteri, yang mudah-mudahan dapat ditandatangani minggu ini sehingga kami dapat terus menerapkan – menghadapi -pelatihan tatap muka tanpa mengorbankan aspek kesehatan atau sosial, keselamatan, ”katanya.

“Dengan cara ini, kita tetap bisa jalan sehat, tapi sekaligus tenang,” imbuhnya.

Pelatihan tatap muka dilakukan di seluruh Indonesia dengan memberlakukan pembatasan yang bertujuan untuk meminimalkan risiko penularan COVID-19.

Untuk mengurangi risiko penularan virus corona, dilakukan pelatihan tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan serta membatasi durasi dan jumlah peserta kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Beberapa daerah dengan penularan COVID-19 yang rendah mengatakan mereka siap untuk pelatihan tatap muka penuh. Namun, ada daerah yang memutuskan untuk menghentikan sementara pendidikan penuh waktu di beberapa sekolah karena ada siswa dan/atau guru yang terjangkit COVID-19.

Menkes sebelumnya menyatakan, munculnya klaster penularan COVID-19 di sekolah menyebabkan peningkatan kasus COVID-19 di beberapa daerah.

Oleh karena itu, menurut dia, Kemenkes bersama Kemendikbud sedang melakukan konsolidasi guna memperketat pengawasan terhadap penerapan protokol kesehatan saat melaksanakan pendidikan penuh waktu di sekolah.

Artikel sebelumyaPunya Posisi Strategis, Menkominfo: Presidensi G20 Perkuat Agenda Transformasi Digital
Artikel berikutnyaPenurunan 161, kasus aktif COVID-19 menjadi 7965