Beranda Nusantara Pemkab Gianyar bersihkan sampah plastik di pantai

Pemkab Gianyar bersihkan sampah plastik di pantai

Gianyar, Bali (ANTARA) — Pemerintah Kabupaten Gianyar telah melakukan kegiatan bersih-bersih sampah plastik di sejumlah pantai Gianyar sesuai arahan Gubernur Bali terkait pelaksanaan kegiatan tersebut. Sekala Jagat Kerti.

“Kami sedang membersihkan sampah plastik di tiga pantai, yaitu Pantai Siyut, Pantai Masketi, dan Pantai Lembeng,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya dalam siaran pers Diskominfo Gianyar, Minggu.

Dikatakannya, kegiatan pengumpulan sampah di Pantai Masqueti pada Sabtu (5/3) ini merupakan program Pemprov Bali untuk membersihkan sampah dari lingkungan, khususnya sampah plastik.

“Mari kita tingkatkan kesadaran tentang masalah sampah ini. Sebisa mungkin sampah dibuang ke hulu untuk meminimalisir residu TPA, apalagi Bupati Gianyar sedang gencar membangun TPS3R. Manfaatkan ini, jangan buang sampah di sungai atau di tempat yang tidak semestinya,” kata Sekda Wisnu Vijaya didampingi Kepala DLH Kabupaten Gianyar, Ni Made Mirnavati.

Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Yi Wayan Sadra menambahkan, pejabat Pemerintah Kabupaten Gianyar, pimpinan Majelis Desa Adat (MDA) dan pimpinan Forum Desa (Perbekel) Kabupaten Gianyar turut ambil bagian dalam acara bersih-bersih sampah plastik tersebut.

“Yang terlibat dalam pembersihan itu termasuk pejabat pemerintah, tetapi kami berharap semua sektor masyarakat di Kabupaten Gianyar khususnya dan di Bali umumnya akan terlibat,” jelasnya.

Pembersihan sampah plastik yang dilakukan di tiga pantai, yakni Pantai Lembeng di Desa Ketevel, Pantai Masketi di Desa Medahan dan Pantai Siyut di Desa Tulikup, akan dilanjutkan di desa-desa terpencil di Kabupaten Gianyar.

Dalam aksi sosial tersebut terkumpul 15 meter kubik sampah yang terdiri dari 3 meter kubik sampah plastik dan 12 meter kubik sampah organik yang tersisa usai upacara.

Sampah yang terkumpul dikirim ke ROV Temesi untuk dipilah dan diproses lebih lanjut.

Artikel sebelumyaKader Safari PBNU di PKNU Ajak Kader Jauhi Politik Praktis
Artikel berikutnyaBRIN dan ITB mendukung temuan BMKG terkait patahan baru di Sumatera Barat