Beranda Nusantara Pemkab Mangarai Barat Kerahkan Tim Siaga Bencana Hadapi La Nina

Pemkab Mangarai Barat Kerahkan Tim Siaga Bencana Hadapi La Nina

mengerahkan alat berat di beberapa titik risiko bencana

Labuan Bajo (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Mangarai Barat, Nusa Tenggara Timur menurunkan tim siaga bencana yang akan bekerja 24 jam sehari untuk menghadapi ancaman La Nina yang diperkirakan berlangsung hingga Februari 2022.

“BPBD dan instansi terkaitnya kini siaga 24 jam sehari untuk menghadapi bencana alam yang sewaktu-waktu bisa terjadi di musim hujan ini,” kata Wakil Bupati Manggaray Barat Julianus Veng di Labuan Bajo, Sabtu.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya mengeluarkan peringatan dini untuk mengetahui fenomena La Niña pada akhir tahun 2021.

Berdasarkan kajian BMKG berdasarkan fenomena serupa pada 2020, curah hujan meningkat di beberapa wilayah pada November ini, termasuk NTT.

Mengingat kemungkinan terjadinya hujan, maka kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap hujan lebat sangat diperlukan yang dapat menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, angin kencang atau angin puting beliung. BMKG dari stasiun cuaca Komodo Manggarai Barat juga telah memperingatkan warga Dataran Tinggi Manggarai Barat untuk waspada terhadap tanah longsor akibat hujan deras.

Mengantisipasi segala kendala yang bisa terjadi, Julianus Veng mengatakan telah mengerahkan alat berat di beberapa titik rawan bencana. Selain itu, tenaga kesehatan dan dinas sosial juga telah disiapkan jika terjadi bencana. Pemerintah juga memiliki anggaran darurat (BTT) yang dapat digunakan sewaktu-waktu dalam tanggap darurat.

Julianus Veng menekankan bahwa camat, lura dan desa harus mengambil inisiatif dengan mengamati kondisi cuaca dan melaporkan segala sesuatu yang terjadi di tempat kerja mereka. Dia memastikan, pemerintah daerah siap mengantisipasi bencana La Nina, terutama pada akhir tahun dan musim hujan yang datang lebih awal dari tahun-tahun sebelumnya.

Dalam kontak terpisah dengan Direktur Eksekutif Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mangaray Barat Octavianus Andi Bona mengatakan, BPBD Mangaray Barat tetap berkomitmen untuk membantu masyarakat mengatasi ancaman bencana seperti tanah longsor, banjir dan bencana jalan akibat curah hujan yang besar.

BPBD akan berkoordinasi dengan instansi terkait khususnya Dinas PUPR untuk menyiapkan alat berat menghadapi ancaman longsor di beberapa wilayah rawan longsor.

Selain itu, BPBD juga terus mengimbau warga di kawasan rawan bencana untuk mewaspadai dampak hujan deras yang melanda kawasan Mangarai Barat.

Menurut laporan BPBD di Mangaray Barat, ada lima kecamatan yang rawan bencana, yaitu Kuvus, Ndoso, Makang Sahabat, Sano Ngoang dan Mbeliling.

Oleh karena itu, ia meminta warga aktif dalam memperoleh berbagai informasi tentang bencana alam dan waspada dalam situasi apapun.

Ia berharap mereka tidak meninggalkan rumah di tengah cuaca ekstrem jika tidak melakukan hal yang terlalu penting, dan segera mencari tempat aman jika situasi di sekitar rumah atau lingkungan tidak kondusif akibat ancaman bencana alam. .

Artikel sebelumyaDenmark mendukung peran strategis Indonesia sebagai Presiden G20
Artikel berikutnyaMahfood: Jangan Anggap MUI Harus Dibubarkan