Beranda Warganet Pemkot Bogor siapkan rumah sakit lapangan

Pemkot Bogor siapkan rumah sakit lapangan

Kepala BNPB mendukung tahapan aktivasi rumah sakit lapangan

Bogor (ANTARA) – Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat bersiap meluncurkan rumah sakit lapangan dan pusat isolasi COVID-19 di Bogor pada pekan ini untuk menyediakan fasilitas perawatan bagi pasien positif COVID-19 yang terus bertambah.

“Pemkot Bogor berupaya mempercepat persiapan peluncuran rumah sakit lapangan dan bangsal isolasi, karena jumlah kasus infeksi COVID-19 di Kota Bogor meningkat drastis, dan ketersediaan tempat tidur rumah sakit semakin mengecil. ,” kata Wali Kota Bogor Bima Arya di Balaikota. Bogor, Senin.

Dalam rangka mengaktifkan RS lapangan di kompleks GOR Pajajaran, Kota Bogor, Bima Arya mengatakan bertemu dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Ganip Varsito di gedung Graha BNPB, Jakarta, Senin. Hari ini.

Dalam pertemuan dengan Kepala BNPB, Bima menyampaikan sejumlah usulan, mulai dari usulan pembukaan kembali rumah sakit lapangan di Kota Bogor, langkah-langkah yang diharapkan dilakukan Pemkot Bogor, hingga usulan yang Pemerintah pusat mengambil langkah-langkah yang lebih ketat untuk menekan kasus COVID-19.

“Dari pembicaraan itu, alhamdulillah, kepala BNPB mendukung langkah awal aktivasi rumah sakit lapangan, karena kebutuhan tempat tidur isolasi untuk pasien COVID-19 sangat mendesak,” katanya.

Menurut Bima, pengelolaan rumah sakit lapangan dikoordinasikan oleh RSUD Kota Bogor.

Bima Arya juga mengatakan, Pemkot Bogor menggandeng IPB untuk memanfaatkan asrama IPB sebagai isolator COVID-19.

“Di dua lokasi, rumah sakit lapangan dan asrama IPB, jumlah tempat tidur melebihi 100,” katanya.

Jumlah tempat tidur pasien COVID-19 di 21 rumah sakit khusus di Kota Bogor saat ini sudah 981 tempat tidur, dan 814 pasien atau 83 persen sudah penuh. Ruang isolasi COVID-19 di Balai Latihan Kerja BPKP Ciawi Bogor memiliki 100 tempat tidur dan hampir penuh.

Sementara itu, jumlah kasus positif COVID-19 di Kota Bogor pada Senin bertambah 447 kasus, sehingga jumlah kasus positif yang masih sakit naik lagi menjadi 3.391 kasus.

Artikel sebelumyaPemerintah melarang pengambilan sampel tanpa pengawasan medis
Artikel berikutnyaSurabaya Bangkalan: Upaya Menekan Penyebaran COVID-19 melalui SIKM