Beranda Warganet Pemkot Kediri membentuk RW koperasi untuk bekerja sama dengan rentenir.

Pemkot Kediri membentuk RW koperasi untuk bekerja sama dengan rentenir.

sudah ada 176 koperasi RAO

Kediri (ANTARA) – Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, mendorong dibentuknya Koperasi RW untuk bekerja sama dengan lintah darat atau rentenir yang melecehkan warga karena menerapkan suku bunga tinggi.

Kepala Bidang Pengawasan Kelembagaan dan Koperasi Dinas Koperasi dan UMTK Kota Kediri Satriya Sani mengatakan, pembentukan koperasi di tingkat RW didukung aktif oleh pemerintah. Sekaligus diharapkan dapat menghidupkan kembali kegiatan ekonomi warga di tingkat RAO, sehingga uang yang beredar juga akan berada di lingkungan RAO.

“Ini memudahkan badan usaha di RW untuk mengakses permodalan melalui RW dan yang terpenting membasmi rentenir,” kata Satriya di Kediri, Senin.

Pemkot Kediri juga memberi wewenang kepada Prodamas Plus untuk memperkuat koperasi milik RAO. Dana hibah dari Prodamas Plus dapat menjadi insentif bagi modal koperasi selain yang diperoleh dari lingkungan RW. Jumlah dana yang dialokasikan dari Prodamas Plus juga sesuai dengan kesepakatan Republik Tatarstan di wilayah RAO.

Namun sesuai arahan Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar, anggaran minimal Rp 25 juta dan maksimal Rp 100 juta. Koperasi RAO yang menerima dana tersebut harus aktif, “sehat” dalam hal laporan dan rapat anggota tahunan (RAT).

Pemerintah Kota Kediri juga menargetkan untuk mendirikan Koperasi RAO di Kota Kediri yang harus selesai dan aktif pada tahun 2025. “Sejauh ini sudah terbentuk 176 Koperasi RAO dari 325 RAO yang ada di Kota Kediri. Namun, diharapkan bisa lebih cepat,” ujarnya.

Apalagi sekarang ini semakin banyak kasus pinjam uang dengan suku bunga yang sangat memberatkan, termasuk pinjaman online. Umpan likuiditas cepat, dengan persyaratan sederhana, banyak orang akhirnya terjerat dalam rekening bunga pinjaman besar.

Koperasi Mitra Sejahtera, Kediri, Koperasi di RW 12 Desa Mojoroto Kota Kediri berdiri sejak tahun 2015. Pada tahun 2020, koperasi Mitra Sejahtera mencatatkan omzet hingga Rp3 miliar dari simpanan anggota, simpan pinjam khusus. dari koperasi RAO lainnya.

Ketua Koperasi Sejahtera Kediri Suyoto mengatakan koperasi awalnya hanya beranggotakan 30 orang. Kini jumlah peserta bertambah menjadi 250 orang.

“Ada 196 orang dari empat RT. Sisanya orang luar,” kata Suyoto.

Dikatakannya memang koperasi itu dibuat di RW, namun seiring berjalannya waktu, warga dari luar RW juga mendapat izin untuk menjadi anggota. Berkenaan dengan anggota eksternal, pihaknya menempuh kebijakan minimal tiga orang yang bertanggung jawab.

Suyoto mengatakan RW koperasi juga berhasil mengubah posisi rentenir (bank Plecit) di tengah-tengah mereka. Warga juga lebih cenderung menggunakan koperasi saat dibutuhkan, termasuk simpan pinjam.

“Dulu salah satu RT menjadi lahan bank Plecit. Sekarang peserta sudah tutup (tergantung) dan tidak ada lagi bank Plecit karena koperasi ini sudah memenuhi kebutuhan warga,” kata Suyoto.

Ia juga mengatakan, saat mengajukan pinjaman kepada anggota, pengurus koperasi juga tidak mengenakan jaminan dan beban administrasi. Hal ini juga menjadi keuntungan ketika memberikan pinjaman kepada koperasi RW yang dipimpinnya.

Selain itu, aplikasi pinjaman memerlukan setoran partisipasi sebesar 1,5% untuk jangka waktu pinjaman 5, 10 dan 15 bulan. Angka ini dinilai cukup ringan dibandingkan dengan bunga pinjaman di negara lain. Aplikasi pinjaman juga dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti memperoleh modal dan kebutuhan lainnya.

“Pinjaman dicairkan setiap 10 hari setelah mendapat persetujuan dari koordinator masing-masing RT. Koperasi RW ini juga mengedepankan asas kekeluargaan, misalnya ada pemblokiran pembayaran, pengurus berkomunikasi dengan baik untuk mengingatkan bahwa ini juga uang bersama,” ujarnya.

Artikel sebelumyaKadin: 28.400 perusahaan daftarkan vaksin untuk gotong royong
Artikel berikutnyaPemprov Jambi tunda adopsi CPSU dan PPPK hingga 2021