Beranda Hukum Pemkot Palembang mencabut izin pembukaan RD Cafe yang diduga sebagai tempat nongkrong...

Pemkot Palembang mencabut izin pembukaan RD Cafe yang diduga sebagai tempat nongkrong narkoba.

Kami akan menindaklanjuti sesuai dengan aturan yang ada

Sumatera Selatan (ANTARA) – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Sumatera Selatan mencabut izin pembukaan RD Cafe yang ditengarai Polres Kota sebagai sarang peredaran narkoba.

“Kami akan bertindak sesuai aturan yang ada. Saya perintahkan DPMPTSP untuk mencabut izin usaha kafe tersebut,” kata Sekretaris Daerah Kota Palembang Ratu Deva di Palembang, Minggu.

Selain itu, berdasarkan temuan polisi, dia juga mengatakan bahwa kafe yang juga merupakan klub malam di Jalan Perindustrian 2 Jalan Perindustrian, Kecamatan Sukarame, itu terbukti sengaja melanggar aturan penegakan Pembatasan Umum Tingkat 3 (PPKM). …

Kafe yang terletak di dekat bekas lokasi Teratai Putih, Kampung Baru, buka setelah jam kerja hingga dini hari.

Padahal, selama masa PPKM harus buka tidak lebih dari pukul 21.00 WIB dengan mengisi 50 persen dari kapasitas maksimal kafe, di meja hanya dalam waktu 60 menit untuk makan lokal.

Bahkan dalam aturan kafe yang tidak memiliki ruang terbuka, mereka tidak diperbolehkan mengambil makanan di tempat, tetapi mereka harus membawanya pulang, memakai masker dan menjaga jarak.

“Proses hukum kami serahkan sepenuhnya pada kebijaksanaan pihak berwenang,” katanya.

Musttein, Kepala Dinas Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal (DPMPTSP) Palembang, mengatakan, sesuai arahan Sekda, kami akan segera memproses pencabutan izin usaha kafe tersebut.

“Proses pencabutan izin,” katanya.

Ia menegaskan, pada prinsipnya semua pelanggaran yang dilakukan oleh badan usaha akan diperlakukan sama.

Sebelumnya, sebagai bukti bahwa klub malam yang terletak di Jalan Perindustrian 2, Kecamatan Sukarame, Palembang masih menjadi tempat penyalahgunaan narkoba, setidaknya 23 dari 87 orang yang ditangkap dalam operasi bersama terbukti menggunakan pil ekstasi. pada Minggu pagi.

61 pria dan 26 wanita, termasuk remaja, ditangkap.

“Di RS Bhayangkar, M Hassan, DJ itu diawasi, karena efek narkoba, ketika petugas datang, dia melompat dari lantai tiga gedung dan kakinya patah,” kata Petugas Bareskrim Polrestabes Palembang Andi Supriadi.

Mereka semua langsung dibawa ke Mapolrestabes Palembang dengan tiga truk polisi sekaligus tanpa terkecuali untuk pemeriksaan lebih lanjut seperti tes urine dan pendataan identitas.

Petugas menyita satu set mixer DJ Pioneer dengan stiker RD beserta puluhan kardus minuman beralkohol sebagai barang bukti.

Selain pengunjung, petugas juga mendatangkan pramusaji, pemandu lagu, kasir, dan DJ untuk diinterogasi secara intensif.

Meski hingga saat ini polisi belum menemukan barang bukti narkoba, Andi menegaskan klub malam RD berada dalam pengawasan ketat polisi.

“Penyelidikan peredaran narkoba (klub malam RD) untuk kegiatan konstruksi hukum akan dilakukan bersama Satreskrim,” katanya.

Sementara itu, semua yang dinyatakan positif menggunakan narkoba akan diambil data pribadinya untuk kemudian dikirim ke Badan Narkotika Nasional (BNNP) Sumsel untuk dievaluasi atau direhabilitasi.

Artikel sebelumyaSebuah gudang semi permanen terbakar di Tarakana
Artikel berikutnyaMendagri menetapkan Papua sebagai anggaran terbesar kedelapan Indonesia