Beranda Warganet Pemprov Bali akan segera mengonversi tempat tidur rumah sakit untuk pasien COVID-19.

Pemprov Bali akan segera mengonversi tempat tidur rumah sakit untuk pasien COVID-19.

Denpasar (ANTARA) — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali akan segera melakukan konversi tempat tidur perawatan di rumah sakit yang ditunjuk di daerah itu untuk merawat pasien positif COVID-19 yang jumlahnya meroket.

“Menanggapi lonjakan kasus terkonfirmasi positif COVID-19, kami akan segera melakukan transformasi layanan. Diproyeksikan bisa melebihi 40 persen,” kata Pj Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Mad Rentin di Denpasar, Sabtu.

Transformasi layanan medis di rumah sakit akan mencakup tempat tidur, peralatan tambahan dan staf medis.

Rentin yang juga Direktur Eksekutif Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali, tidak memungkiri rasio okupansi terhadap hunian tempat tidur (BOR) cenderung tinggi.

Hal ini dikarenakan tempat tidur yang dialokasikan untuk pasien COVID-19 belum maksimal sesuai rencana, sehingga perlu segera ditambah.

“Jika melihat kondisi puncak kasus COVID-19 tahun lalu (varian Delta), maka saat itu total kapasitas tempat tidur yang disiapkan sekitar 3.052 tempat tidur (2.705 isolasi non-intensif + 347 unit perawatan intensif), dan saat ini hanya 2.524 tempat tidur. tempat tidur (2282 non-intensif). -intensif) tersedia. +242 unit perawatan intensif),” katanya.

Pasalnya, sebelumnya sebagian di antaranya dikembalikan ke status perawatan pasien umum atau disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing rumah sakit.

“Ini yang akan segera kita selesaikan lagi, masih ada potensi konversi sekitar 528 (400 non-intensif + 128 intensive care) tempat tidur. Akan ditambah lagi, dengan mempertimbangkan penilaian perkembangan situasi dan kondisi. di lapangan,” ujarnya.

Sekretaris Gugus Tugas COVID-19 Bali menambahkan, kasus terkonfirmasi ringan dan tanpa gejala sudah masuk kategori pasien yang tidak memerlukan rawat inap. Yakni, pasien dengan kriteria saturasi oksigen di atas 95 persen tidak mengalami sesak napas dan tidak memiliki penyakit bawaan (komorbiditas).

“Pasien dengan kriteria tersebut disarankan untuk tidak dirawat di rumah sakit agar pasien dengan penyakit penyerta sedang hingga berat dapat mendapat perawatan lebih intensif di rumah sakit,” ujarnya.

Meski persentase BOR rumah sakit COVID-19 di Bali cukup tinggi, namun masih di bawah standar yang ditetapkan World Health Organization (WHO) yakni 60 persen.

Per Sabtu (2/12), RBB ICU sekitar 41,35% penuh, dan RBB non-ICU 50,89% penuh dari total volume yang disiapkan.

Artikel sebelumyaJawa Barat Salipi DKI dalam Jumlah Kasus COVID-19
Artikel berikutnya59 penumpang jet dalam operasi pembuktian di Papua