Beranda Warganet Pemprov Bali Sebut WFB Bukan Penyebab Lonjakan Kasus COVID-19

Pemprov Bali Sebut WFB Bukan Penyebab Lonjakan Kasus COVID-19

salah menyebut kebijakan WFB sebagai pemicu

Denpasar (ANTARA). Pemerintah Provinsi Bali membantah kabar bahwa kebijakan Work with Bali (WFB) menyebabkan lonjakan kasus COVID-19 di Pulau Dewata dalam beberapa hari terakhir.

“Lonjakan kasus COVID-19 tidak hanya terjadi di Bali, tetapi juga di berbagai wilayah lain di Indonesia. Jadi, tidak tepat menyebut kebijakan WFB sebagai pemicu,” kata Kadiskominfo Provinsi Bali itu. Badan Pusat Statistik Gede Pramana dalam keterangan pers yang diterima ANTARA di Denpasar, Rabu.

Gede Pramana menambahkan, pemudik domestik menjalani kondisi perjalanan yang ketat, termasuk hasil BTA negatif, agar dapat masuk ke Bali sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku.

Lonjakan kasus ini antara lain karena revitalisasi masyarakat dan munculnya mutasi baru pada virus corona, katanya.

Ia melanjutkan, kebijakan ‘Bekerja dengan Bali’ yang digagas pemerintah pusat sudah tepat karena dampak pandemi COVID-19 terhadap ekonomi berbasis pariwisata Bali dirasakan oleh masyarakat Bali.

“Kebijakan WFB tentunya akan sangat membantu pemulihan ekonomi Bali dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan,” kata seorang birokrat dari Wangaya Denpasar.

Gede Pramana berharap penilaian kebijakan tidak hanya berdasarkan asumsi dan logika. Namun, hal ini juga didukung oleh data dan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Jumlah kasus harian COVID-19 meningkat di Bali pekan lalu. Pada Selasa (22 Juni), 127 kasus tambahan dilaporkan setiap hari, dan pada Senin (21 Juni), 91 kasus baru dilaporkan.

Sebelumnya pada Minggu (20 Juni), 106 kasus tambahan dilaporkan setiap hari, dan pada Sabtu (19 Juni), ada 155 kasus baru COVID-19 di provinsi Bali. Pada pekan-pekan sebelumnya, kasus COVID-19 di Provinsi Bali cukup rendah, yakni kurang dari 50 kasus per hari.

Artikel sebelumyaPertamina didedikasikan untuk konservasi ratusan ribu flora dan fauna.
Artikel berikutnyaStudi IPEN Soroti Potensi Pencemaran Makanan Dengan Ekspor Sampah Plastik