Beranda News Pengamat berharap elit politik melibatkan dunia bawah dalam membentuk koalisi.

Pengamat berharap elit politik melibatkan dunia bawah dalam membentuk koalisi.

Politik yang kita hadapi saat ini adalah gabungan antara politik dinasti dan oligarki.

Jakarta (ANTARA) – Pendiri dan Ketua Forum Satu Bangsa, Herri Haryanto Azumi, berharap elite politik Indonesia melibatkan kelompok-kelompok di bawahnya dalam membentuk koalisi yang membentuk berbagai kebijakan di pemerintahan dan parlemen.

“Koalisi politik memiliki tugas dan kewajiban untuk memperjuangkan kehendak dan kepentingan rakyat, bukan hanya keinginan elit,” kata Harri Haryanto Azumi dalam diskusi virtual yang diselenggarakan oleh Center for Strategic Policy Research (CSPS) Universitas. Indonesia ke Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan, peta kekuatan politik di Indonesia adalah kelompok hulu (upstream group).ke hulu), yang terdiri dari partai politik dan kelompok lemah (di bawah arus), yaitu berbagai kelompok sosial, organisasi, lembaga swadaya masyarakat dan komunitas informal lainnya.

Arus atas dibentuk dalam koalisi politik harus didasarkan pada di bawah arus karena kita ingin politik membawa harapan yang (kepentingannya) sesuai dengan harapan publik, sehingga kita tidak lagi tertipu dengan program-program yang seolah-olah untuk kepentingan rakyat tapi tidak benar,” kata Harri Haryanto.

Oleh karena itu, ia mendukung apakah ke depan koalisi politik yang terbentuk merupakan gabungan dari golongan bawah dan golongan atas saat ini.

“Politik yang kita hadapi saat ini adalah gabungan antara politik dinasti dan oligarki,” kata Herry.

Namun, dia optimistis ada perubahan karena penilaian melalui pemilihan umum yang digelar setiap 5 tahun sekali.

Ia optimistis arus bawah juga dapat menentukan arah dan peta politik Indonesia.

Herri menyebut ada sosok Abdurrahman Wahid yang dikenal sebagai Gus Dur dan Ma’ruf Amin.

Gus Dur, menurut Herry, berasal dari kalangan bawah ketika terpilih sebagai presiden ke-4 Republik Indonesia, meski Partai Kebangkitan Bangsa (PCB) mendukungnya saat pemilu. Begitu pula Wakil Presiden Indonesia Maaruf Amin juga tidak berasal dari golongan partai politik, melainkan dari golongan yang lebih rendah yaitu Majelis Ulama Indonesia.

Terkait hal tersebut, Ketua CSPS UI Guntur Subagja mengungkapkan pendapat yang sama dengan Herri.

Ia menilai terpilihnya Ma’ruf Amin sebagai wakil presiden merupakan bukti kekuatan sosok kelas bawah.

“Para tokoh masyarakat (non partai politik) juga bisa mempengaruhi peta politik Indonesia,” kata Guntur menanggapi pendapat Herry.

Artikel sebelumyaKetua DPD berharap kasus pencurian susu ibu mendapat perhatian pemerintah.
Artikel berikutnyaBalai Karantina Kendari hentikan penyelundupan 100 kg daging rusa