Beranda News Pengamat: Dengan munculnya partai baru, konstelasi politik 2024 akan intens.

Pengamat: Dengan munculnya partai baru, konstelasi politik 2024 akan intens.

Jakarta (ANTARA) –

Jerry Massey, kolumnis politik Penelitian Politik dan Kebijakan Publik (P3S), mengatakan munculnya partai-partai baru seperti Partai Gelora, Partai Ummat dan Masyumi akan membuat konstelasi politik 2024 semakin erat.

“Dari partai baru ini, tiga kavling ini akan laris manis,” kata Jerry, Selasa di Jakarta.

Menurutnya, untuk lolos pemeriksaan Kementerian Kehakiman dan Partai Komunis Ukraina, partai-partai baru perlu banyak mempersiapkan, tidak hanya infrastruktur partai, tapi juga soal. merek politikdan pemasaran politik cukup kuat untuk masuk ke parlemen. Jika tidak, mereka mungkin disengat oleh pihak utama.

“Sementara aku memanggil mereka pesta massal atau pesta bawah laut yang tidak dikenal. Penetapan tujuan, visi dan visi (tujuan, visi dan visi) harus jelas. Agar bisa diterima masyarakat,” jelas Dirut P3S ini.

Selain itu, tujuan, konsep dan visi partai baru juga harus jelas agar dapat diterima oleh publik. Memang diakuinya, kekuatan finansial, massa dan jaringan bisa membuat partai baru ini bersinar dan berseri.

“Anda hanya ingin menjadi moderat, bipartisan, konservatif atau liberal. Partai baru perlu memilih arah mana yang akan dituju? Yang terpenting ideologi tetap Pancasila, NKRI dan UUD 1945,” ujarnya. …
Jerry mengatakan stabilitas keuangan akan menentukan partai-partai baru yang akan lolos, serta pengawasan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia.
Menurutnya, ada lima partai baru yang akan digelar, yakni partai Ummat, Gelora, Masyumi, Nusantara, dan PUKM.
“Tapi pimpinan partai ummat dan gelora bisa lolos. Apalagi arsitek partai ummat Amiens Rais dan partai Gelora Anis Matta, yang banyak makan garam di kancah politik negara,” ujarnya.
Ia berharap partai-partai baru yang akan lolos nanti tetap menjadi oposisi sehingga kekuatan oposisi semakin tajam, karena selama ini hanya Demokrat dan PCS yang berada di jalur oposisi.

Artikel sebelumyaAHY mengingatkan bahwa demokrasi yang sehat sangat penting untuk keluar dari krisis
Artikel berikutnyaJaksa menginterogasi mantan Bupati Karangasem atas tuduhan korupsi bertopeng