Beranda News Pengamat Harapkan Pidato Presiden Djokovi Tingkatkan Nilai Kebangsaan

Pengamat Harapkan Pidato Presiden Djokovi Tingkatkan Nilai Kebangsaan

Jakarta (ANTARA) – Direktur Riset Kebijakan dan Kebijakan Publik (P3S) Jerry Massey berharap pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo pada 16 Agustus 2021 dapat membantu memajukan nilai-nilai kebangsaan.

“Untuk ketakutan masyarakat terhadap COVID-19, perlu untuk memajukan nilai-nilai kebangsaan, karena lebih dari 3 juta orang telah terpapar dan 100.000 meninggal. Bahkan lebih dari 600 dokter meninggal dunia,” kata Jerry usai dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Presiden Jokovi, lanjutnya, juga harus menunjukkan upaya membangun bangsa setelah lebih dari satu tahun pandemi COVID-19.

“Tidak perlu mempublikasikan prestasi yang impresif, karena negara ini tahu apa capaian pemerintahnya. Pidato yang bagus mudah disampaikan, tetapi membawa banyak bobot dan nilai, ”katanya.

Selain itu, diperlukan sebuah cerita untuk memotivasi masyarakat Indonesia untuk berjuang dalam menghadapi COVID-19.

“Janji pemerintah perlu digarisbawahi, seperti bantuan sosial kepada warga atau cara mengatasi kemiskinan,” kata Jerry.

Di bidang politik, lanjutnya, Presiden Djokovi perlu fokus pada isu-isu politik yang mengatasnamakan dirinya, seperti kursi kepresidenan tiga kursi.

“Masalah ini bisa kami katakan tidak perlu diungkit-ungkit lagi, biar kran ditutup, karena menurut konstitusi, masa jabatan presiden hanya 2 periode,” kata Jerry.

Dari sisi hukum, lanjutnya, Djokovi perlu ditegaskan kembali agar Indonesia mengutamakan aspek revolusi mental.

“Saya yakin Presiden bisa memberikan dukungan untuk memastikan kasus korupsi selesai dengan baik,” katanya.

Dengan cara yang sama, Anda harus meninggalkan vaksin untuk dipompa. Sebab, menurut laporan, 100 juta dosis vaksin telah didistribusikan dari lebih dari 200 juta.

Presiden juga perlu fokus pada pejabat pemerintah yang arogan, seperti pemukulan diplomat Nigeria oleh petugas imigrasi, agar hal ini tidak terjadi lagi karena merusak hubungan kedua negara.

“Yang perlu dijelaskan oleh politik dan hukum adalah semua negara bisa sukses di pemilu 2024 dan memiliki tingkat partisipasi yang lebih tinggi,” kata Jerry Massey.

Artikel sebelumyaHimpaudi Jawa Tengah minta pemerintah lindungi anak-anak yang tidak divaksinasi
Artikel berikutnyaKKP Babel memvaksinasi pengemudi truk terhadap COVID-19