Beranda News Pengamat: Indonesia bisa menjadi mediator dalam perang Rusia-Ukraina

Pengamat: Indonesia bisa menjadi mediator dalam perang Rusia-Ukraina

JAKARTA (ANTARA) – Pengamat politik dan penerbit strategis internasional Imron Kotan mengatakan ada momentum bagi Indonesia untuk mendorong penyelesaian konflik Rusia-Ukraina melalui diplomasi atau negosiasi berdasarkan BAB IV Piagam PBB untuk menyelesaikan konflik dengan cara damai.

“Indonesia memiliki rekam jejak yang baik, sehingga mampu berperan dalam menyelesaikan perang Rusia-Ukraina, terutama dalam posisi kita sebagai presiden G20. Kami tidak kehilangan momentum,” kata Imron dalam keterangan yang diperoleh di Jakarta. Jumat.

Indonesia memiliki pengalaman dalam mengakhiri konflik di dunia. Imron mencontohkan keberhasilan Indonesia mengakhiri konflik Kamboja melalui pertemuan informal di Jakarta atau JIM pada 1988 dan 1989.

Imron menyarankan kepada Duta Besar Ukraina di Jakarta untuk menarik perhatian Presiden Zelensky terhadap pertimbangan Indonesia sebagai mediator, sehingga mereka menerima peran Indonesia sebagai negara mediator dalam membangun perdamaian di kawasan.

“Agak aneh bagi saya ketika Ukraina tidak bisa melihat Indonesia sebagai negara terbesar keempat di dunia, mampu menengahi perang mereka dengan Rusia. Duta Besar kita juga berkewajiban untuk meningkatkan “kesadaran” Presiden Zelensky tentang keberadaan dan kemungkinan Indonesia. untuk menyelesaikan konflik,” kata mantan Duta Besar Indonesia untuk Australia dan China.

Sementara itu, pakar hukum internasional Hikmahanto Juwana mengatakan bahwa sebagai Presiden G20, Presiden Jokowi harus dapat memainkan peran yang lebih penting dalam menyelesaikan perang Rusia-Ukraina.

Hikmakanto mencontohkan bagaimana Turki bisa melibatkan dua negara dalam negosiasi.

“Indonesia sebagai ketua G20 seharusnya bisa berperan lebih besar dari Turki. Apalagi perang antara Rusia dan Ukraina berdampak sangat kuat terhadap perekonomian global, termasuk Indonesia,” kata Hikmahanto.

Hikmakanto meminta pemerintah Indonesia segera bertindak jika upaya Turki untuk menyelesaikan perang kedua negara gagal.

“Kita harus mencari solusi gencatan senjata,” kata Hikmakhanto.

Artikel sebelumyaInformasi Cuan di acara G-20
Artikel berikutnyaPemerintah Indonesia diminta untuk memitigasi konsekuensi dari perang Rusia-Ukraina