Beranda Nusantara Pengamat mendorong langkah-langkah untuk menghilangkan merkuri dari industri pertambangan

Pengamat mendorong langkah-langkah untuk menghilangkan merkuri dari industri pertambangan

Jakarta (ANTARA) – Pakar Kesehatan Lingkungan dan Senior Adviser Yayasan Nexus3, Yuyun Ismawati, menyerukan peningkatan langkah-langkah untuk sepenuhnya menghilangkan penggunaan merkuri dalam penambangan emas skala kecil.

“Perlu juga pelarangan penggunaan merkuri dan senyawa merkuri di sektor pertambangan, yang sebenarnya diatur namun perlu diperkuat,” kata Yuyun dalam diskusi virtual tentang syarat penggunaan merkuri di pertambangan emas, yang dipantau di Jakarta, Rabu. …

Yuyun juga berharap dapat melarang penambangan cinnabar, yang biasanya diolah untuk menghasilkan merkuri, yang juga dikenal sebagai merkuri.

Ia menjelaskan, sejak dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan dan Pertambangan Batubara, cinnabar bukanlah logam yang dilarang pengambilannya.

Selain itu, tidak ada peraturan yang secara khusus melarang penggunaan cinnabar dan pengolahannya untuk menghasilkan senyawa merkuri.

Dia juga menekankan bahwa masih ada tambang emas kecil yang menggunakan merkuri dan sering ditemukan di Internet untuk dijual.

“Penjualan online juga perlu diatur, kami menunggu Departemen Perdagangan mengeluarkan aturan penanganan atau penindakan terhadap penjual online. Kami berharap sanksi pidana diterapkan kepada penjual merkuri,” ujarnya.

Menurut laporan pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Pengurangan dan Penghapusan Merkuri (RAN PPM) tahun 2020, serapan merkuri di pertambangan emas skala kecil telah berkurang 10,45 ton selama periode 2019-2020.

Penurunan emisi merkuri pada industri penerangan dan baterai mencapai 374,4 kg, dan penurunan emisi merkuri pada bidang prioritas sektor energi mencapai 719 kg.

Penghapusan alat kesehatan yang mengandung merkuri, seperti sensor tekanan darah dan suhu tubuh, juga mengalami penurunan sebesar 4,73 ton.

Menurut Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, ada 2.654 lokasi penambangan ilegal, 85 persen di antaranya adalah tambang emas ilegal.

Diperkirakan jumlah penggunaan merkuri di satu tempat mencapai 6,2-85,63 kilogram per tahun, sehingga total penggunaan merkuri mencapai 13,94-192,53 ton per tahun.

Indonesia sendiri akan menjadi tuan rumah pertemuan ke-4 Konvensi Minamata tentang Merkuri yang dijadwalkan akan dilaksanakan secara online pada November 2021 dan tatap muka di Bali pada Maret 2022.

Artikel sebelumyaNetflix akan mengedit adegan dengan nomor telepon aktif "Cumi-cumi"
Artikel berikutnyaBMKG Sebut Sulawesi Tenggara Daratan Perubahan Musim kemarau