Beranda Warganet Periksa secara teratur untuk mencegah stunting yang tidak terdiagnosis dengan benar

Periksa secara teratur untuk mencegah stunting yang tidak terdiagnosis dengan benar

Diskusi di kelurahan yang ada ahli gizi dan dokter

Jakarta (ANTARA). Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Vardoyo, mengatakan pemeriksaan rutin dapat membantu mencegah kasus stunting terdeteksi.

“Selama ini banyak kasus ‘stunting’ yang belum terdiagnosis dengan baik. Kalau ada kasus “keterlambatan pertumbuhan” di daerah ini, bisa karena berbagai alasan,” ujarnya dalam rapat dengar pendapat IX Komisi DPR-RI dengan BCKBN, yang diikuti secara online di Jakarta, Senin.

Di beberapa daerah, kata dia, beberapa kasus stunting pada anak tidak bisa terdeteksi dengan baik karena dibarengi sejumlah penyakit lain, seperti tuberkulosis (TB), pneumonia atau radang usus besar.

Melalui screening, kata dia, semua kasus stunting dapat dikaji oleh para ahli, antara lain ahli tumbuh kembang anak, ahli gizi, dan ahli pendidikan keluarga. asuhan.

Pihaknya terus mendukung kesinambungan audit dengan memberikan dana Rp 1 juta per bulan, 12 kali lipat, ke setiap kabupaten di Indonesia.

“Ini perlu dibahas di kecamatan yang ada ahli gizi dan dokter, dan di kecamatan kita alokasikan anggaran 40 juta rubel setahun untuk melakukan pemeriksaan dua kali setahun,” katanya.

Selain melakukan pemeriksaan, BCKBN juga melakukan revitalisasi posyandu agar dapat dimanfaatkan oleh keluarga secara lebih efisien dan efektif.

Hal ini dilakukan dengan menggulir waktu kedatangan pasien berdasarkan usia (lansia, remaja, anak kecil), termasuk calon ibu dan ibu hamil, sehingga dapat dipantau status kesehatannya dengan mengukur tinggi badan, berat badan, lingkar lengan dan hemoglobin ( Hb) dalam darah.

Dengan langkah ini, kesehatan keluarga dapat lebih ditingkatkan dengan mencegah kelahiran anak penderita tengke karena berat badan kurang dari 1,5 kilogram dan panjang badan kurang dari 48 sentimeter.

Dengan langkah tersebut, kata dia, jika Indonesia dapat terus menurunkan angka stunting yang saat ini berada di angka 24,4 persen, maka target pemerintah untuk menurunkan angka stunting menjadi 14 persen pada tahun 2024 bisa tercapai.

“Kalau kita bisa kondisikan mulai sekarang, maka kita berharap bisa mencapai 14 persen,” kata Hasto.

Artikel sebelumya10 rumah di Thanjab Barat dibakar "ayam jago merah"
Artikel berikutnyaTidak hanya badak, Ujung Kulon juga punya madu