Beranda Hukum Persekutuan Gereja Indonesia Dukung Penyuluhan PPKM

Persekutuan Gereja Indonesia Dukung Penyuluhan PPKM

Saya menyambut baik dan mendukung keputusan pemerintah untuk memperpanjang PMQM darurat mengingat tingginya jumlah wabah virus.

Jakarta (ANTARA) – Persatuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) mendukung penuh kebijakan pemerintah untuk memperpanjang atau melanjutkan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) hingga 25 Juli 2021.

“Saya menyambut baik dan mendukung keputusan pemerintah untuk memperpanjang PPKM mengingat tingginya angka penyebaran virus tersebut,” kata Ketua PGI Pendeta Gomar Gultom saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Apalagi, lanjut Pastor Gultom, varian baru virus corona ini sangat mengkhawatirkan, sehingga diperlukan kebijakan perluasan PPKM, meski kompleks.

Meskipun hal ini membawa risiko kemerosotan ekonomi dan kemungkinan banyak orang akan kehilangan mata pencaharian, terutama mereka yang pendapatan hariannya setara, sikap peduli satu sama lain harus menjadi prioritas.

“Di sinilah kemampuan dan kemauan kita untuk peduli dan berbagi sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Baik itu kemauan untuk menahan diri maupun kemauan untuk berbagi dengan masyarakat kecil yang terkena dampak kebijakan darurat PPKM.

Menurut dia, PGI akan terus aktif menghimbau kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dan tidak keluar rumah, kecuali dalam hal yang sangat mendesak.

“Kami terus mengadvokasi pentingnya protokol kesehatan, termasuk disiplin mematuhi kebijakan PPKM dalam keadaan darurat, baik melalui surat imbauan maupun berbagai bentuk video klip,” ujarnya.

Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa PPKM akan berjalan hingga 25 Juli dan akan dibuka secara bertahap mulai 26 Juli 2021.

PPKM dilaksanakan untuk mengurangi penularan COVID-19 dan mengurangi kebutuhan perawatan di rumah sakit, menurut Presiden Jokovi.

Menurut Gugus Tugas COVID-19 per 20 Juli 2021, jumlah kasus COVID-19 di Indonesia mencapai 2.950.058 kasus, bertambah 38.325 orang dalam 24 jam. Adapun kasus aktif sebanyak 550.192 orang.

Artikel sebelumyaSebanyak 18 pegawai BPK telah menjalani pelatihan bela negara di Unhan sejak 22 Juli.
Artikel berikutnyaGubernur Jawa Timur Minta Maaf atas Penanganan COVID-19 yang Buruk