Beranda Warganet PIU Palangka Raya meninggal di rumah karena dicurigai terinfeksi COVID-19

PIU Palangka Raya meninggal di rumah karena dicurigai terinfeksi COVID-19

gejala COVID-19

Palangka Raya (ANTARA). Seorang ibu rumah tangga asal Palangka Raya, Kalimantan Tengah, diyakini meninggal di rumahnya sendiri di Desa Bukit Tunggal, Kabupaten Jekan Raya, atau dinyatakan positif COVID-19.

Kapolres Kombes Palangka Raya Paul Dvi Tunggal Jaladri didampingi Kapolres Todoan Agung Gultom, Rabu mengatakan, seorang IRT berinisial LN yang diduga terinfeksi COVID-19 meninggal dunia di rumahnya sekitar pukul 10.00 WIB.

“Informasi yang saya terima. LN telah sakit selama dua hari terakhir. Sakit yang dialaminya, LN menunjukkan gejala COVID-19 seperti batuk, sesak napas dan demam,” kata Jaladri.

Jaladri menjelaskan, sebelum dinyatakan meninggal, korban menunjukkan gejala yang mengarah ke COVID-19. Namun, ketika sakit, dia tidak mengunjungi rumah sakit atau rumah sakit terdekat, sehingga dia memutuskan untuk dirawat di rumahnya hanya dua hari sampai dia meninggal.

L.N. sendiri tinggal tidak sendirian di kediamannya, tetapi bersama suami dan anak-anaknya. Setelah wanita tersebut dinyatakan meninggal, jenazahnya dibawa ke RSUD dr Doris Silvanus Palangka Raya oleh petugas dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

“Jenazah LN dibawa ke RSUD oleh dr Doris Silvanus Palangka Raya untuk ditindaklanjuti,” jelasnya.

Kapolri menegaskan, kurangnya kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap penyebaran COVID-19 harus menjadi perhatian semua lapisan masyarakat. Oleh karena itu, jika ada anggota keluarga yang menunjukkan gejala terpapar COVID-19, sebaiknya segera hubungi pusat kesehatan terdekat.

“Puskesmas juga sedang melakukan uji antigen pada apusan tersebut agar bisa diproses lebih lanjut,” ujarnya.

Lulusan Akademi Kepolisian 1995 itu juga melakukan seruan publik untuk mengurangi mobilisasi di tengah pandemi COVID-19 saat ini.

“Penting untuk menerapkan protokol kesehatan, lebih sering mencuci tangan, menjaga jarak dan menjauhi keramaian untuk menghindari risiko infeksi saat melakukan sesuatu,” kata Jaladri.

Artikel sebelumyaPemalsuan! Korban COVID-19 Memiliki Kekebalan Lebih Baik Daripada Vaksin
Artikel berikutnyaMahasiswa UB membuat sosis daun kelor dengan bahan pengawet kulit udang