Beranda Hukum PKC Memperpanjang Jangka Waktu Penjara untuk Kuasanya Zumi Zola

PKC Memperpanjang Jangka Waktu Penjara untuk Kuasanya Zumi Zola

Jakarta (ANTARA) – Komisi Pemberantasan Korupsi (PKT) memperpanjang penahanan tersangka Apif Firmansyah (AF), orang kepercayaan mantan Gubernur Jambi Zumi Zola.

Apif menjadi tersangka kasus dugaan suap pengesahan RAPBD Jambi 2018.

“Tim penyidik ​​memperpanjang masa penahanan tersangka A.F. selama 40 hari ke depan, dari 24 November 2021 hingga 2 Januari 2021, di Pusat Penahanan PKC di Gedung Merah-Putih, ”kata Pj Juru Bicara PKT Ali Fikri dalam sebuah pernyataan. di Jakarta, Rabu.

Ali mengatakan, perpanjangan masa penahanan diperpanjang untuk terus menyelesaikan berkas perkara tersangka Apif.

“Penyidik ​​masih memiliki agenda untuk memanggil saksi-saksi terkait lainnya,” kata Ali.

PKC mengumumkan Apif sebagai tersangka pada Kamis (11.04).

Dalam membangun kasus, PKC menjelaskan bahwa Apif adalah orang kepercayaan dan wakil Zumi. Saat Zumi mencalonkan diri sebagai calon Bupati Tanjung Jabung Timur, Jambi pada 2010, Apif selalu mendampingi Zumi dalam kampanye.

Saat Zumi terpilih menjadi Bupati Tanjung Jabung Timur, Apif semakin dipercaya untuk mendampingi, mendampingi dan mengelola berbagai kegiatan dinas sesuai dengan kebutuhan pribadi Zumi.

Berlangsung hingga Zumi terpilih menjadi Gubernur Jambi periode 2016-2021, Apif kembali dipercaya mengurus segala kebutuhan Zumi, termasuk pemerintahan.
kebutuhan dana operasional dengan meminta serangkaian “biaya” proyek dari kontraktor yang mengerjakan berbagai proyek di Provinsi Jambi.

Kemudian uang yang terkumpul ditransfer ke Zumi dan keluarganya, termasuk untuk kebutuhan pribadi Apif.

Jumlah total yang dikumpulkan oleh Apif adalah sekitar 46 miliar rupee, yang, atas perintah Zumi, sebagian ditransfer
Anggota DPRD Provinsi Jambi menyebut uang palu saat membahas RAPBD TA 2017.

PKC mencurigai bahwa Apif menerima dan menerima sekitar Rs 6 miliar untuk kebutuhan pribadinya, dan sekarang telah mengembalikan Rs 400 juta kepada PKC.

Dalam perbuatannya, tersangka Apif disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau b, pasal 13 dan 12b, atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan undang-undang. 20 Tahun 2001 jo pasal 55 pasal 55 KUHP.

Artikel sebelumyaMerapi mengeluarkan lahar merah panas sebanyak 15 kali pada jarak 2000 meter
Artikel berikutnyaMK tolak uji materi UU KY yang diajukan mantan calon hakim agung ad hoc