Beranda Hukum PKC Selidiki Kepemilikan Aset Bupati PPU Menggunakan Identitas Terpercaya

PKC Selidiki Kepemilikan Aset Bupati PPU Menggunakan Identitas Terpercaya

Jakarta (ANTARA) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut dugaan kepemilikan aset Bupati Penajam Paser Utara (PPU) inaktif, tersangka Abdul Ghafoor Massoud (RUPST) yang diduga menggunakan identitas beberapa orang. proxy-nya.

Untuk mengetahuinya, PKC memeriksa dua orang saksi yakni Mohammad Syaiful selaku Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Ruslan Sangadji dari pihak swasta terkait dengan tersangka Abdul Gafur dan kawan-kawan di gedung PKC di Jakarta, Kamis (14 April).

“Dua orang saksi yang hadir dan membenarkan antara lain dugaan kepemilikan harta kekayaan tersangka RUPS yang menggunakan identitas tersangka NAB (Nur Afifa Balkis) dan beberapa kuasa tersangka RUPS lainnya,” kata Ali, Pj. juru bicara PKC. Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Selain itu, PKC juga memeriksa tiga orang saksi lainnya terkait tersangka Abdul Ghafoor dan kawan-kawan yaitu Kadaruullah sebagai karyawan yang ditunjuk/mewakili PT President-CEO Berkah Sukses Sejati, Meiliawati Kartoyo sebagai karyawan yang ditunjuk/mewakili Direktur Account PT Intertel Media Prima. , dan karyawan/pekerja lepas PT Mitratel di Paradizs Perysa Putra Regency.

“Perwakilan dari tiga saksi hadir dan membenarkan antara lain bahwa mereka terlibat dalam proses pengajuan izin pembangunan Jaringan Broadband Seluler BTS (Base Transceiver Station) di Kabupaten Penajam Paser Utara,” kata Ali.

Sedangkan saksi Bermot Silitonga dalam kapasitasnya sebagai Dirut PT Petronisia Benimel tidak hadir dalam pemanggilan tersebut. Dia mengkonfirmasi kepada tim investigasi untuk menjadwal ulang panggilannya.

Sejauh ini, PKC telah menetapkan enam tersangka dalam kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta perizinan di Kabupaten PPU, Kalimantan Timur.

Lima tersangka penerima suap: Abdul Ghafoor Massoud (RUPS), Pj Sekda PPU Mulyadi (MI), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang PPU Kabupaten Edi Hasmoro (EH), Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten, Direktorat Pemuda dan Olahraga, PPU Jusman (JM) dan Nur Afifa Balkis (NAB) dari pihak swasta/Bendahara Umum DPC Partai Demokrat Balikpapan.

Sedangkan tersangka suap adalah Ahmad Zuhdi, panggilan akrab Yudi (AZ), dari swasta.

Artikel sebelumyaKAHMI optimis Surabaya bisa menjadi kota masa depan
Artikel berikutnyaPerthy: Ramadhan dan Jumat Agung adalah momen ikatan persaudaraan