Beranda Hukum PLN berterima kasih kepada BPK yang telah mendukung percepatan sertifikasi aset

PLN berterima kasih kepada BPK yang telah mendukung percepatan sertifikasi aset

Jakarta (ANTARA) – Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Darmawan Prasojo memuji kerja sama dan dukungan yang diberikan KPK dalam upaya pemberantasan korupsi, salah satunya percepatan sertifikasi aset PLN.

“Proses yang tadinya rumit, kompleks dan membutuhkan berbagai perizinan, dengan kerjasama dan dukungan BPK, dapat digeneralisasikan dan disederhanakan sehingga dari 25 persen, kini hampir 70 persen aset PLN sudah bersertifikat,” kata Darmavan dalam siaran persnya. penyataan. Jakarta Rabu.

KPK dan PLN menggelar pertemuan di gedung KPK, Jakarta, Rabu, guna memperkuat kerja sama pencegahan korupsi. Rapat dihadiri oleh seluruh pimpinan BPK, serta perwakilan eselon satu, Dirut PLN dan Direksi.

Darmavan mengatakan program KPK untuk mencegah korupsi melalui perbaikan tata kelola telah menguntungkan PLN. Salah satunya mempercepat sertifikasi aset PLN.

Dia mengaku mengabaikan sertifikasi tersebut dalam upaya untuk menguasai dan melestarikan seluruh aset zloty yang mencapai Rp 1.600 triliun.
Namun, menurut dia, perbaikan tata kelola yang diterapkan oleh PKC telah mendorong transparansi, akuntabilitas dan menghilangkan kemungkinan korupsi, kolusi dan nepotisme (KPK).

Selain itu, Darmavan berharap KPK akan terus mendukung dan membantu PLN kedepannya. Dikatakannya, PLN saat ini terus melakukan pembenahan manajemen dan proses bisnis internal terutama yang terkait dengan proses pengadaan, kontrak dan transformasi digital di berbagai aspek operasional bisnis PLN.

Sementara itu, Wakil Ketua BPK Nurul Gufron memuji upaya PLN untuk meningkatkan tata kelola dan digitalisasi. Menurutnya, pengelolaan yang efektif akan mencegah kemungkinan kerugian negara.

“Kepemimpinan harus bijaksana dan tidak merugikan negara,” kata Gufron.

Gufron memastikan, jajarannya akan terus memantau perbaikan dan upaya pencegahan korupsi di PLN.

Ia berharap PLN mengedepankan praktik bisnis bersih sebagai bentuk tanggung jawab sosial dengan menciptakan iklim usaha yang anti korupsi, transparan dan berkeadilan.

“Kami berharap PLN mengedukasi masyarakat untuk tidak berperilaku koruptif dengan menjalankan bisnis yang bersih, baik dari segi pengelolaan pelayanan kepada masyarakat maupun dari segi keuangan,” kata Gufron.

Artikel sebelumyaGPDRR di Indonesia untuk melihat manfaat memerangi perubahan iklim
Artikel berikutnyaPuluhan hektare lahan terbakar di Riau