Beranda News Pointe: DPR menerapkan prinsip keterbukaan bekerja

Pointe: DPR menerapkan prinsip keterbukaan bekerja

Jakarta (ANTARA) – Presiden DPR RI Poin Maharani menegaskan lembaga yang dipimpinnya menerapkan prinsip keterbukaan dan transparansi dalam bekerja, salah satunya partisipasi publik.

“Kami menyambut baik partisipasi masyarakat dalam kerja DPR. Beberapa inisiatif telah dilaksanakan, seperti layanan informasi publik di Internet, sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik,” kata Poin dalam keterangannya di Jakarta. , Minggu.

Hal itu disampaikan Poin dalam debat umum di Sidang Umum ke-143 Inter-Parliamentary Union (IPU) di Madrid, Spanyol, Sabtu (27/11).

Poigne menjelaskan, semua rapat atau rapat di DPR harus terbuka dan transparan, kecuali ada pertimbangan khusus. Menurut dia, DPR RI menyatakan komitmennya terhadap keterbukaan parlemen dan memutuskan untuk menyusun Rencana Aksi Nasional (RAN) keterbukaan parlemen.

Ia menilai, di masa krisis, parlemen harus tetap menjalankan fungsinya, termasuk penerapan “checks and balances” untuk menghindari penyalahgunaan wewenang darurat selama pandemi COVID-19, serta menjamin hak asasi manusia dan kebebasan berekspresi.

Poin mengatakan, peran parlemen saat krisis bahkan lebih signifikan dari sebelumnya, sehingga ia harus mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga pemerintah agar keputusan pemerintah dapat diambil oleh rakyat.

“Tidak ada solusi sederhana untuk setiap masalah demokrasi, jalan ke depan di dunia pascapandemi tidak akan mudah. Saya percaya bahwa melalui tanggung jawab bersama dan solidaritas global, kita dapat pulih dengan lebih baik, ”katanya.

Dia percaya bahwa sekarang kita harus memperkuat demokrasi, yaitu memungkinkan partisipasi yang luas dalam proses pengambilan keputusan dan memberi orang lebih banyak kesempatan untuk mengekspresikan aspirasi mereka.

Penguatan demokrasi berarti demokrasi harus menjadi bagian dari solusi masalah seperti membantu mengakhiri pandemi, mengakhiri kemiskinan dan ketimpangan, serta memperluas akses pendidikan dan kesehatan, katanya.

“Mari kita bekerja sama untuk tidak hanya mengalahkan pandemi, tetapi juga untuk menjadi lebih kuat dan membangun dunia yang lebih adil di era pasca COVID-19,” katanya.

Artikel sebelumyaKiprah KSP serap aspirasi bangun negeri
Artikel berikutnyaKolaborasi Lee Dong Wook, Wee Hajun dan VIXX N "Buruk dan gila"