Beranda News Pointe meminta untuk tidak meredakan perang terhadap narkoba meskipun ada pandemi

Pointe meminta untuk tidak meredakan perang terhadap narkoba meskipun ada pandemi

Jakarta (ANTARA) – Ketua DPR RI Poin Maharani meminta agar perang terhadap narkoba tidak dilonggarkan, meski negara ini sedang dilanda pandemi COVID-19.

Poin Maharani dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, mengatakan virus COVID-19 memang berbahaya bagi kesehatan, namun narkoba bisa merusak masa depan.

“Daya perusak narkoba bagi bangsa ini cukup nyata, apalagi korbannya banyak anak muda, ini sangat memprihatinkan. Jika generasi muda kita menderita narkoba, di manakah masa depan bangsa ini? “,- kata Poin, menandai Hari Internasional Anti Narkoba.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan itu prihatin di masa sulit akibat pandemi dan di saat semua orang sibuk mencari solusi, masih ada oknum yang tidak bertanggung jawab yang memproduksi, menyelundupkan, dan mengedarkan narkoba.

“Transportasi antar negara telah terganggu, banyak negara telah dikunci selama pandemi, tetapi ternyata jaringan penyelundup narkoba internasional sangat masuk akal. Oleh karena itu, kewaspadaan kita tidak boleh dilonggarkan,” kata Poin.

Badan Pemberantasan Narkoba Nasional (BNN) melaporkan lebih dari 1 ton sabu disita pada Februari 2021, belum termasuk ganja dalam jumlah besar.

Selain itu, hingga April 2021, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mencatat Polri telah menghentikan 422 kasus penyelundupan narkoba dengan berat hingga 1,9 ton.

“Jumlah ini sangat tinggi, bisa melebihi 1 triliun rupiah dan bisa mengancam 10 juta rakyat Indonesia,” kata Poin mengutip data Kementerian Keuangan.

Karena itu, politisi PDI-P meminta pemerintah mengetahui kegiatan ilegal, termasuk penyelundupan narkoba. Selain mengancam kehidupan dan generasi bangsa yang akan datang, narkoba menimbulkan kerugian ekonomi dan sosial hingga 63 triliun rupiah per tahun.

“Penyalahgunaan narkoba terus meningkat dari tahun ke tahun, artinya kita belum menerima ajakan untuk menjauhi narkoba. Masih banyak masyarakat yang belum memahami bahaya narkoba,” kata Pointe.

BNN melaporkan bahwa sekitar 4,2 juta orang Indonesia menggunakan narkoba pada tahun 2014. Pada 2017, jumlah itu turun menjadi 3,3 juta orang antara usia 10 dan 59 tahun, tetapi pada 2019, tren penyalahgunaan narkoba naik lagi menjadi 3,6 juta.

“Generasi muda kita harus dilatih untuk tidak pernah mencoba menggunakan narkoba jenis apa pun. Siswa kita sering jadi sasaran, mungkin awalnya mencoba lalu ketagihan. Ini perlu dicegah,” kata Pointe.

Sedikitnya 2,29 juta pelajar Indonesia menggunakan narkoba pada 2018. Penyebaran narkoba dan mereka yang terlibat dalam penyalahgunaannya masih tinggi.

Polri mengatakan 24.878 orang ditangkap dalam 19.229 kasus yang berhasil diselesaikan dari Januari hingga Juni 2021.

Pada semester I 2021, polisi menyita barang bukti 2,14 ton ganja, 6,64 ton sabu, 73,4 gram heroin, 106,84 gram kokain, 34 ton tembakau gorila, dan 239.277 butir ekstasi.

Jumlah barang bukti sabu yang disita pada 2019 mencapai 2,7 ton, dan per November 2020 meningkat menjadi 4,57 ton barang bukti sabu.

“Perdagangan narkoba adalah kejahatan transnasional, sehingga semua elemen masyarakat dan kerjasama internasional harus terlibat dalam memeranginya. Kita harus memutus mata rantai peredaran narkoba,” kata Pointe.

Hari Anti Narkoba Internasional diperingati setiap tanggal 26 Juni 2021. Tema HANI 2021 adalah “Perang Narkoba di Era COVID-19 untuk Indonesia Bebas Narkoba”.

Penetapan Hari Anti Narkoba Internasional pertama kali dicanangkan oleh UNODC (United Nations Office on Drugs and Crime) pada tahun 1987. Tujuan dari organisasi ini adalah untuk memperkuat aksi dan kerjasama global dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya narkoba.

“Mari kita lindungi anak-anak kita, adik-adik kita dan diri kita sendiri dari bahaya narkoba. Musuh kita sama, kita harus bekerja sama untuk saling menjaga dan memastikan tidak ada celah narkoba untuk mendatangkan malapetaka bagi bangsa Indonesia,” ujar alumnus FISIP Universitas Indonesia ini.

Artikel sebelumyaGugus Tugas COVID-19 Depok Ingatkan Jangan Sebarkan Hoax
Artikel berikutnyaDi tenggara, Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas